Lebih Dari 11 Ribu Perusahaan Termasuk UMKM Antri Vaksin Gotong Royong
Kadin mencatat sejak 14 Maret setidaknya sudah ada 11.542 perusahaan yang mendaftar program vaksinasi gotong royong atau vaksin mandiri.
Editor: Anita K Wardhani
Mantan wakil menteri BUMN ini berharap kajian dan hasil penelitian dari WHO dapat segera terbit, lantaran masa kedaluwarsa vaksin asal perusahaan farmasi Inggris ini berakhir pada Mei 2021.
"Mudah-mudahan dalam waktu singkat bisa keluar (hasil laporannya), karena memang betul expired date-nya di akhir Mei," ungkap Menkes Budi.
Serupa dengan vaksin Sinovac, vaksin yang tiba pada Senin pekan lalu ini juga menjalani proses kehalalan di Majelis Ulama Indonesia (MUI).
"Mengenai isu halal, MUI akan rapat harusnya dalam besok atau lusa (sertifikat halal) dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia dalam 2 hari ke depan ini," ujar dia.
Untuk diketahui, vaksin AstraZeneca memiliki aturan pemberian dosis 1 dan 2 yang berbeda dengan vaksin Sinovac.
Jika pada vaksin Sinovac pemberian dosis 1 dan 2 membutuhkan jeda 14 hari.
Sementara vaksin AstraZeneca memiliki waktu yang lebih panjang antara 9 hingga 12 minggu.
Sementara untuk logistik dan penyimpanan vaksin, Budi menyebut keduanya memiliki perlakukan yang sama.
Demi Kehati-hatian Jadi Alasan Pemerintah Tunda Vaksin AstraZeneca
Terpisah, Juru bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, langkah penundaan distribusi vaksin AstraZeneca dilakukan demi kehati-hatian pelaksanaan vaksinasi.
Ia mengatakan, penundaan distribusi bukan semata-mata terkait isu penggumpalan darah sebagai akibat dari penyuntikan Vaksin AstraZeneca.
"Kenapa Kementerian Kesehatan menunda dulu distribusi vaksin AstraZeneca karena kehati-hatian," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Selasa (16/3/2021).
Menurutnya, saat ini BPOM, ITAGI, dan para ahli sedang melihat apakah kriteria penerima vaksin Sinovac dapat diterapkan juga pada penerima vaksin AstraZeneca.
"Jadi kita menunggu proses ini sambil menunggu proses pengecekan secara fisik quality control apakah vial rusak, kemasan yang tidak baik sebelum fasyankes melakukan penyuntikan," ungkap Nadia.