Tribun

Pesam Sejak September 2020, Bosnia Akhirnya Dapatkan Vaksin AstraZeneca Dan Pfizer Lewat COVAX  

COVAX merupakan skema yang dibentuk untuk memberikan akses distribusi yang adil bagi negara-negara miskin dan berkembang terhadap vaksin Covid-19

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Pesam Sejak September 2020, Bosnia Akhirnya Dapatkan Vaksin AstraZeneca Dan Pfizer Lewat COVAX  
ENDRIK SCHMIDT / DPA-ZENTRALBILD / DPA PICTURE-ALLIANCE MELALUI AFP
Seorang perawat menyusun jarum suntik dengan persiapan dari Astrazeneca dalam latihan GP Axel Stelzner 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, SARAJEVO - Bosnia baru saja menerima 26.400 dosis pertama vaksin virus corona (Covid-19) AstraZeneca dan 23.400 dosis vaksin Pfizer melalui mekanisme berbagi vaksin global COVAX.

Dikutip dari laman seenews.com, Jumat (26/3/2021), Bosnia telah memesan total 1,2 juta dosis vaksin melalui mekanisme COVAX, jumlah ini cukup untuk melakukan vaksinasi terhadap sekitar 20 persen dari populasi negara itu.

Perlu diketahui, Bosnia dan Herzegovina merupakan negara berpenduduk sekitar 3,3 juta orang.

Baca juga: Bosnia Minta Bantuan Jerman Untuk Dapatkan Vaksin COVAX

Negara ini terdiri dari dua entitas otonom yakni Federasi dan Republik Serbia, serta Distrik Brcko dengan pemerintahannya sendiri.

Kedua entitas dan distrik Brcko ini menghabiskan total 13 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau senilai 11 juta euro untuk mendatangkan vaksin yang dipesan melalui mekanisme COVAX.

Bosnia menandatangani perjanjian pengadaan vaksin pada program COVAX sejak September 2020.

COVAX merupakan skema yang dibentuk untuk memberikan akses distribusi yang adil bagi negara-negara miskin dan berkembang terhadap vaksin Covid-19, setelah mendapatkan persetujuan dan lisensi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Wiki Terkait

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas