Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Fraksi PKB Minta Pemerintah Pertimbangkan Aspek Halal Bahan Vaksin Covid-19

Nasim mendorong agar pemerintah tetap berupaya menyediakan vaksin Covid-19 yang aman, berkualitas, memiliki efektivitas dan halal serta suci.

Fraksi PKB Minta Pemerintah Pertimbangkan Aspek Halal Bahan Vaksin Covid-19
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO
Wakil Gubernur DKI Jakarta yang juga Ketua Umum Alumni Sekolah Islam Al-Azhar (ASIA), A.Riza Patria didampingi Bendahara Umum ASIA, Satria Zulkarnain Tarigan, Ketua Pelaksana Vaksinasi, Kresna Mukti dan Ketua Harian ASIA, Aldy Perdana Putra dan Sekretaris Jenderal ASIA, Laksono Bimauga, memberi keterangan kepada wartawan terkait diadakannya kegiatan Vaksinasi Covid-19 kepada ribuan guru sekolah Yayasan Perguruan Islam (YPI) Al-Azhar se-Jabodetabek untuk menerima suntikan vaksinasi Covid-19, Minggu (28/3/2021) yang berlangsung di Sekretariat Yayasan Pesantren Islam Al-Azhar (YPI Al-Azhar) Jakarta. TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PKB di Komisi VI DPR RI, Nasim Khan meminta pemerintah dan BUMN di Sektor Farmasi (PT Bio Farma (Persero), PT Kimia Farma Tbk dan PT Indofarma Tbk) untuk bersikap hati-hati dan mempertimbangkan berbagai aspek, tak terkecuali tentang unsur halal-haram ketika akan menyediakan vaksin Covid-19.

Hal ini perlu dilakukan, supaya tak menimbulkan kontroversi ditengah masyarakat.

Sebab, apabila penyediaan vaksin dilakukan tanpa mempertimbangkan aspek Halal-Haram, ia khawatir, masyarakat akan ragu untuk mengikuti program vaksin dan malah bisa menghambat kelanjutan dan kelancaran program vaksinasi.

Untuk itu, Nasim mendorong agar pemerintah tetap berupaya menyediakan vaksin Covid-19 yang aman, berkualitas, memiliki efektivitas dan halal serta suci.

Diketahui, sebelumnya, LPPOM MUI menemukan bukti bahwa vaksin Covid-19 produksi AstraZeneca dalam proses produksinya menggunakan menggunakan unsur tak suci dan haram lantaran mengandung tripsin yang berasal dari pankreas babi.

Komisi Fatwa pun memutuskan Vaksin tersebut haram, kendati demikian, Vaksin Covid-19 produksi AstraZeneca itu tetap boleh digunakan karena adanya unsur darurat dan mendesak demi mengatasi pandemic Covid-19.

Baca juga: Sekolah Tatap Muka Terbatas Mulai Juli 2021, Guru dan Tenaga Pendidik Harus Sudah Vaksinasi Covid-19

“PKB ingin memperjuangkan prinsip-prinsip dan kepentingan semua ummat, kami meminta pemerintah menjalankan prinsip kehati-hatian (saat menyediakan Vaskin), agar (nantinya) tidak mubadzir dan tidak menimbulkan kontroversi dimasyarakat,” kata Nasim Khan kepada wartawan, Selasa (30/3/2021).

Pria yang akrab disapa Bang NK ini mengaku memahami fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang membolehkan penggunaan vaksin AstraZeneca tersebut.

Akan tetapi, saran dia, kedepan pemerintah bisa lebih peka dengan kondisi masyarakat Indonesia yang mayoritas berkeyakinan Islam.

Oleh karena itu, dia meminta pemerintah memprioritaskan vaksin halal dan suci supaya bisa diterima semua masyarakat dan tidak menimbulkan kontroversi.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: chaerul umam
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas