Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Vaksin Merah Putih Ditargetkan Produksi Massal 2022, Bio Farma Ajak Swasta Terlibat

Vaksin Covid-19 Merah Putih ditargetkan bisa diproduksi secara massal pada 2022. Vaksin ini dikembangkan Universitas Airlangga (Unair).

Vaksin Merah Putih Ditargetkan Produksi Massal 2022, Bio Farma Ajak Swasta Terlibat
Pixabay/TheDigitalArtist
Ilustrasi vaksin 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Vaksin Covid-19 Merah Putih ditargetkan bisa diproduksi secara massal pada 2022. Vaksin ini dikembangkan Universitas Airlangga (Unair).

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito mengatakan, Universitas Airlangga akan berkolaborasi dengan PT Biotis dalam memproduksi vaksin Merah Putih tersebut.

"Jadi, awal bulan dari 2022, harapannya adalah sudah bisa diproduksi secara massal, itu (vaksin merah putih) yang platformnya inactivated virus yang bersama dengan PT Biotis," kata Penny dalam konferensi pers, Jumat (16/4).

Penny mengatakan, pihaknya akan mendampingi Universitas Airlangga dan PT Biotis untuk memenuhi good manufacturing practice (GMP) uji klinik terhadap vaksin. "Saya kira sudah dipenuhi dalam beberapa bulan ke depan," ujarnya.

Selain itu, Penny mengatakan, vaksin Merah Putih yang dikembangkan Lembaga Biologi Molekuler (LMB) Eijkman dan PT Bio Farma dengan platform protein rekombinan diharapkan dapat diproduksi pada 2022.

"Harapannya adalah akhir semester satu 2022 EUA bisa diberikan, artinya uji klinik sudah selesai. Harapannya, pada semester kedua dari 2022 bisa diproduksi," ujarnya.

Penny berharap, vaksin Merah Putih dapat diproduksi sesuai target dan dapat dipercepat.

"Saya kira, timeline ini, mudah-mudahan juga bisa ada percepatan terkait dengan hal tersebut," katanya.

Penny K Lukito - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
Penny K Lukito - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) (Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S)

Pada kesempatan yang sama, Kepala LBM Eijkman Prof Amin Subandrio mengatakan, pihaknya memasuki tahapan akhir pengembangan bibit vaksin Merah Putih. Bibit vaksin Covid-19 ini segera akan diserahkan kepada Bio Farma untuk diproses lebih lanjut.

"Kami sudah bisa mengembangkan protein rekombinan sesuai dengan targetnya, kemudian protein S dan protein N, spike protein dan nukleokapsid protein yang akan dijadikan sebagai kandidat vaksin," ujarnya.

Baca juga: Terawan Suntik Vaksin Nusantara ke Aburizal, Pasangan Selebritis ini Ikutan Juga, BPOM Pun Bersuara

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas