Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Anak Muda Jepang 20 Tahunan Juga Beresiko Kehilangan Nyawa Jika Terkena Mutan Baru Corona

Virus corona konvensional dulu masih dipercaya tidak berat menghantam anak muda.

Anak Muda Jepang 20 Tahunan Juga Beresiko Kehilangan Nyawa Jika Terkena Mutan Baru Corona
Foto Richard Susilo
Profesor Yasushi Nakamori, Pusat Medis Universitas Kedokteran Kansai 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Virus corona konvensional dulu masih dipercaya tidak berat menghantam anak muda.

Namun mutan baru virus Corona, misalnya mutan Inggris, dapat beresiko bahkan kehilangan nyawa bagi anak muda 20 tahunan yang terinfeksi mutan baru tersebut.

"Seorang pasien muda 20 tahunan yang kesulitan mencari rumah sakit selama 10 jam akhirnya ke rumah sakit kami, positif terkena mutan baru virus corona," papar Profesor Yasushi Nakamori, Pusat Medis Universitas Kedokteran Kansai kemarin (27/4/2021).

Anak muda 20 tahunan itu segera diberikan ventilator karena ternyata sudah cukup berat penyakitnya, "Membuktikan anak muda pun harus sangat hati-hati, jangan pikir dirinya masih muda kuat dan seolah segar, tak bisa terkena virus corona," tekannya lagi.

Perawatan medis di Osaka di masa gelombang ke-4 kali ini sudah di ujung tanduk.

"Tempat tidur snagat penuh sehingga bahkan seorang pasien segera dipindahkan ke rumah sakit biasa supaya ada tempat tidur kosong untuk menampung pasien baru yang terinfeksi corona," tambahnya.

Baca juga: Mutan Baru Covid-19 Mulai Banyak Menginfeksi Warga Jepang Termasuk Anak-anak

Meskipun jumlah orang yang terinfeksi setiap hari menurun setelah keadaan darurat diumumkan, bidang medis akan tetap berada dalam situasi yang lebih parah lebih lambat dari sekarang, tambahnya.

"Saya pikir satu-satunya cara untuk mengatasi situasi ini adalah dengan memperluas sistem penyediaan perawatan medis atau mengurangi jumlah pasien. orang yang terinfeksi. Saya akan melakukan yang terbaik, tetapi sangat sulit untuk tiba-tiba menambah jumlah tempat tidur. Saya ingin bekerja sama untuk mengatasi situasi yang sulit ini. Terima kasih atas kerja sama Anda," lanjutnya lagi.

Sementara itu upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif dengan melalui zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang nantinya. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Ikuti kami di
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Produk Populer

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas