Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Dubes RI: Suriname Mendeklarasikan Adanya Gelombang Ketiga Pandemi Covid-19

Pemerintah Republik Suriname resmi mendeklarasikan adanya gelombang ketiga pandemi Covid-19 di negara tersebut.

Dubes RI: Suriname Mendeklarasikan Adanya Gelombang Ketiga Pandemi Covid-19
istimewa
Tangkapan layar diskusi antara Duta Besar RI di Suriname, Julang Pujianto dengan Tribun Network. 

Laporan wartawan tribunnews.com, Lusius Genik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dubes RI di Suriname Julang Pujianto mengungkapkan, Pemerintah Republik Suriname resmi mendeklarasikan adanya gelombang ketiga pandemi Covid-19 di negara tersebut.

Akumulasi kasus Covid-19 di Suriname, sejak awal virus itu terdeksi sampai saat ini telah mencapai 10.218 kasus.

Menurut Kementerian Kesehatan Suriname, kata Julang, angka kasus Covid-19 pada gelombang ketiga pandemi di Suriname ini belum mencapai puncaknya.

"Saat ini pemerintah resmi mendeklarasikan adanya gelombang ketiga. Menurut assessment dari kementerian kesehatan ini belum mencapai puncaknya," ujar Julang saat berbincang dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network, Kamis (29/4/2021).

Baca juga: Cerita di Balik Dua Masjid di Suriname yang Punya Arah Kiblat Berlawanan

Di Suriname jumlah orang meninggal dunia akibat Covid-19 telah mencapai 201 kasus.

Pasien sembuh sebanyak 9.249 orang dan jumlah warga Suriname yang telah divaksin Covid-19 sebanyak 38.351.

Kurva kasus Covid-19 ini terbilang lebih kecil dibandingkan dengan negara-negara lain seperti Indonesia dan India.

Baca juga: Dubes RI: Umumnya Masyarakat Jawa di Suriname Berprofesi Sebagai Pegawai Negeri

"Cuma penduduk Suriname sendiri adalah 570 ribu. Karena itu ditetapkan ini memasuki gelombang ketiga pandemi Covid-19," katanya.

Selain itu, permasalahan pandemi Covid-19 ini menjadi sebuah peringatan bagi Suriname.

Mengingat angka kasus yang tinggi tidak diikuti kapasitas okupansi rumah sakit yang mencukupi.

"Ini jadi warning bagi Suriname karena kapasitas rumah sakit untuk menampung pasien ada keterbatasan," ujar dia.

Ikuti kami di
Penulis: Lusius Genik Ndau Lendong
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas