Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Varian Mutasi Covid-19 India dan Inggris Ditemukan di Indonesia, Ketua MPR Minta Masyarakat Waspada

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo alias Bamsoet angket bicara mengenai temuan bahwa sejumlah varian mutasi Covid-19

Varian Mutasi Covid-19 India dan Inggris Ditemukan di Indonesia, Ketua MPR Minta Masyarakat Waspada
/WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Pemberian vaksin kepada sejumlah pelaku usaha perdagangan di Grand Indonesia, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (3/5/2021). Sebanyak 500 pelaku usaha yang terdiri dari karyawan, pemilik toko, dan petugas keamanan, mengikuti vaksinasi tersebut. Vaksinasi untuk pelaku usaha tersebut dinilai akan meningkatkan keyakinan publik berbelanja sehingga mampu memulihkan perekonomian. WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo alias Bamsoet angket bicara mengenai temuan bahwa sejumlah varian mutasi Covid-19 dari India, Afrika Selatan dan Inggris telah ditemukan di Indonesia.

Salah satunya, terdapat dua kasus mutasi virus SARS-CoV-2 asal India teridentifikasi di DKI Jakarta dan satu kasus varian virus corona B1351 asal Afrika Selatan ditemukan di Bali.

Bamsoet pun meminta pemerintah dan masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati terhadap varian mutasi Covid-19 yang sudah masuk ke Tanah Air.

"Meminta agar pemerintah tidak abai dengan kondisi tersebut, serta bersama masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian terhadap mutasi baru atau virus mutan yang sudah masuk ke Indonesia," ujar Bamsoet, kepada wartawan, Selasa (4/5/2021).

Baca juga: Fakta Varian Corona Baru B.1.167 yang Sering Disebut Mutasi Ganda

Salah satu wujud kehati-hatian, kata Bamsoet, adalah dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan, membatasi aktivitas ataupun interaksi.

Apalagi mengingat varian dari mutasi Covid-19 tersebut dikategorikan sebagai mutasi yang sangat diperhatikan oleh WHO atau variant on concern, karena penularannya yang relatif lebih tinggi.

Karenanya, politikus Golkar itu meminta pula pemerintah untuk mengoptimalkan kembali 3T (testing, tracing dan treatment), khususnya di daerah yang telah teridentifikasi memiliki kasus mutasi virus SARS-CoV-2.

Baca juga: Virus Corona Varian B.1.617 dari India Sudah Menjadi VOI WHO

"Ini sebagai upaya mencegah meluasnya penularan dari varian mutasi Covid-19 tersebut. Disamping memberikan edukasi kepada masyarakat tentang varian mutasi Covid-19," kata dia.

Selain itu, pemerintah diharapkan pula untuk mempercepat pelaksanaan program vaksinasi Covid-19, dengan memprioritaskan vaksinasi bagi penduduk lanjut usia (lansia).

"Mengingat vaksinasi Covid-19 penting untuk menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity)," tandasnya.

Ikuti kami di
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas