Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

BREAKING NEWS Corona di Indonesia Sabtu 8 Mei 2021: Tambah Kasus Positif 6.130, Total 1.709.762

Simak perkembangan kasus corona di Indonesia hari ini, Sabtu (8/5/2021) tambahan mencapai 6.130 kasus positif, total menjadi 1.709.762.

BREAKING NEWS Corona di Indonesia Sabtu 8 Mei 2021: Tambah Kasus Positif 6.130, Total 1.709.762
Freepik
Simak perkembangan kasus corona di Indonesia hari ini, Sabtu (8/5/2021) tambahan mencapai 6.130 kasus positif, total menjadi 1.709.762. 

Varian mutasi virus corona terus berkembang.

Di Indonesia saja sudah ada tiga varian dimana dua diantaranya masuk kategori varian yang patut diwaspadai.

Ketua Tim Riset Corona dan Formulasi Vaksin dari Prof Nidom Foundation (PNF), Prof dr Chairul Anwar Nidom mengatakan, mutasi virus berkembang berdasarkan faktor kebiasaan masyarakat dan lingkungan.

Mutasi virus bisa berkembang berbeda antara satu wilayah atau negara.

"Kalau dilakukan di Indonesia saya yakin bahwa Indonesia akan lebih banyak mutasi," ujarnya saat dihubungi Tribunnews, Jumat (7/5/2021).

Ilustrasi Strain Baru Covid-19, Mutasi Virus Corona yang Pertama Kali Ditemukan di Inggris, Apa Gejalanya?
Ilustrasi Strain Baru Covid-19 (The Quint)

Baca juga: Dua Kasus Virus Corona Varian India Ditemukan di Serpong Utara 

Menurutnya, tidak bisa dipungkiri mutasi virus sangat berpengaruh pada antibodi yang dihasilkan dari vaksinasi.

Sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut pada vaksin-vaksin yang ada kini.

"Beberapa waktu yang lalu masih menganggap bahwa populasi virus Wuhan mendominasi ternyata hasilnya kurang memuaskan kemudian sekarang bergeser sudah berkurang variannya," terang Nidom.

Meski sulit diterapkan, ia pun menyarankan agar pelaksanaan vaksinasi di Indonesia dihentikan sementara, sambil melakukan evaluasi terhadap antibodi yang dihasilkan vaksin.

"Oleh karena itu lebih baik saya sarankan lebih baik dimoratorium saja vaksin. Artinya bahwa kita mengevaluasi pelaksanaan vaksinasi ini bukan mengejar hipotesis herd immunty, karena ternyata di India tidak terjadi," jelas Prof.Nidom.

Baca artikel lain terkait Virus Corona

(Tribunnews.com/Shella/Endra/Rina Ayu)
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas