Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Kemenkes Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 pasca Lebaran,Tambah Tempat Tidur di RS

Kementerian kesehatan mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 pasca lebaran, belajar dari tren libur panjang sebelumnya.

Kemenkes Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 pasca Lebaran,Tambah Tempat Tidur di RS
Warta Kota/Alex Suban
Para pekerja menyiapkan peralatan di Ruang ICU di Tower 7 Wisma Atlet yang menjadi Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19, di Kemayoran, Jakarta Pusat, Kemenkes Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 pasca Lebaran,Tambah Tempat Tidur di RSWarta Kota/Alex Suban 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Kementerian kesehatan mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 pasca lebaran, belajar dari tren libur panjang sebelumnya.

Ada sejumlah langkah antisipasi yakni mendata seluruh kapasitas tempat tidur di seluruh faskes di Indonesia.

Juga melakukan pendataan farmasi dan alat kesehatan serta melakukan pendampingan ketat pada daerah yang terindikasi terjadi tren kenaikan kasus.

Dari data yang ada, jumlah tempat tidur yang tersedia sebanyak 390 ribu unit, di mana 70 ribu diantaranya digunakan untuk pelayanan Covid-19, dengan tingkat keterisian tempat tidur untuk pasien COVID-19 sekitar 23 ribuan.

Baca juga: Menkes Telah Keluarkan Tarif dan Pelayanan Vaksinasi Gotong Royong

Baca juga: Dikunjungi 43 Ribu Orang Sehari, DPRD DKI Minta Pemprov Tutup Ancol Sampai Libur Lebaran Berakhir

Semantara untuk ruang ICU, secara nasional ada sekitar 22 ribu, yang diperuntukkan untuk COVID-19 sebanyak 7.500 unit. Dengan tingkat keterisian ICU sekitar 2.500.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat memonitor pasien Covid-19 yang baru saja meninggal dunia di ruang ICU RSUD Cengkareng, Jakarta Barat.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat memonitor pasien Covid-19 yang baru saja meninggal dunia di ruang ICU RSUD Cengkareng, Jakarta Barat. (Facebook Anies Baswedan)

“Kapasitas RS dan ICU yang kita miliki, itu masih 3 kali lebih besar dibandingkan yang kita dedikasikan untuk COVID-19,” terang Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin beberapa waktu lalu.

Nantinya apabila terdapat kekurangan permintaan tempat tidur maupun ICU, pihaknya siap melakukan relaksasi dengan mengonversi RS menjadi RS khusus COVID-19.

“Sejumlah persiapan telah kita lakukan, saya berdoa persiapan itu tidak terpakai dan tetap kosong, tapi kalau ada setidaknya kita sudah melakukan persiapan,” harap Menkes.

Selain persiapan ketersediaan tempat tidur RS secara nasional, Kementerian Kesehatan juga melakukan monitoring terhadap kapasitas tempat tidur bagi pasien COVID-19 di seluruh daerah terutama daerah yang mengalami kenaikan kasus signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Kemenkes saat ini juga berupaya keras untuk menjaga ketersediaan obat-obatan serta oksigen di seluruh tanah air agar tidak terjadi kekosongan.

Pihaknya mengimbau kepada daerah untuk dapat menyampaikannya ke Kemenkes agar bisa segera diupayakan untuk dipenuhi.

Ikuti kami di
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Anita K Wardhani
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas