Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Tempat Wisata Banjir Pengunjung, Epidemiologi Prediksi Ledakan Kasus Corona Bisa Terjadi

Menurut Ahli Epidemiologi Indonesia pembukaan destinasi wisata atau pusat perbelanjaan bukan pertanda bahwa situasi sudah aman. 

Tempat Wisata Banjir Pengunjung, Epidemiologi Prediksi Ledakan Kasus Corona Bisa Terjadi
Tribunnews/Jeprima
Sejumlah wisatawan memadati kawasan Pantai Karnaval Ancol, Jakarta Utara, Jumat (14/5/2021). Pemprov DKI Jakarta pada libur Lebaran 2021 membuka sejumlah tempat wisata, di antaranya wisata Ancol yang diperuntukkan khusus bagi warga ber-KTP DKI Jakarta dan membatasi jumlah wisatawan dengan kapasitas 30 persen. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Pasca hari Raya Idul Fitri, orang-orang berbondong-bondong mengunjungi destinasi wisata. Walaupun masuk di tahun kedua, pandemi Covid-19 belum dinyatakan berakhir di Indonesia. 

Menurut Ahli Epidemiologi Indonesia dan Peneliti Pandemi dari Griffith University, Dicky Budiman, pembukaan destinasi wisata atau pusat perbelanjaan bukan pertanda bahwa situasi sudah aman. 

Hanya masalah ekonomi yang nampak bergerak. Indikator keamanan saat melakukan aktivitas di luar rumah dilihat dari positivity rate. Kalau jauh di atas 10% malah berisiko tinggi.

Baca juga: Terdeteksi 26 Kasus Varian Baru, Menkes Khawatir Kasus Covid-19 di Indonesia Meledak

Baca juga: Cegah Penyebaran Covid-19, Wisata Taman Nasional Ujung Kulon Ditutup hingga 30 Mei 2021

Apa lagi indonesia sudah setahun lebih dalam level seperti itu. Lalu menurutnya level Indonesia sudah berada di community transmision yaitu dapat membuat klaster penularan. 

"Kluster infeksi udah dimana-mana Orang berlibur itu bawa virus. Kalau mereka tidak merasa sakit itu wajar. Karena hampir 80% dari kasus infeksi covid memang tidak bergejala," ungkapnya pada Tribunnews, Selasa (18/5/2021).

Wisatawan menikmati aliran air pegunungan yang dingin dan jernih di Sungai Cigeureuh, Gunung Puntang, Kampung Pasir Panjang, Desa Campaka Mulya, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (16/5/2021). Sungai Cigeureuh menjadi salah satu daya tarik pengunjung yang berwisata ke kawasan wisata Gunung Puntang, selain sejumlah tempat lainnya yang tidak kalah menarik. Masuk ke kawasan wisata Gunung Puntang, setiap pengunjung dikenakan tiket sebesar Rp 25.000 per orang, kendaraan roda dua Rp 7.000, dan roda empat Rp 12.000. Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Wisatawan menikmati aliran air pegunungan yang dingin dan jernih di Sungai Cigeureuh, Gunung Puntang, Kampung Pasir Panjang, Desa Campaka Mulya, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (16/5/2021). Sungai Cigeureuh menjadi salah satu daya tarik pengunjung yang berwisata ke kawasan wisata Gunung Puntang, selain sejumlah tempat lainnya yang tidak kalah menarik. Masuk ke kawasan wisata Gunung Puntang, setiap pengunjung dikenakan tiket sebesar Rp 25.000 per orang, kendaraan roda dua Rp 7.000, dan roda empat Rp 12.000. Tribun Jabar/Gani Kurniawan (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

Tapi harus ingat tidak bergejala bukan berarti sakit. Ada dampak pada kondisi organ. Jangka panjang bahkan bisa menurunkan kualitas kesehatan mereka. 

Menurutnya saat ini kasus orang tidak bergejala berkontribusi 60% menularkan infeksi. Akibatnya orang tidak merasa sakit benar beraktivitas, namun terus melakukan penularan. 

"Sehingga ada potensi ledakan? Sangat jelas ada. Untuk diingat bukan masalah mudik saja. Tapi akumulasi setahun lalu, pilkada," katanya lagi.

Ikuti kami di
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Anita K Wardhani
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas