Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

KPAI Minta Pemda Tunda Lakukan Sekolah Tatap Muka jika Kasus Positif Covid-19 di atas 10 Persen

Jika tingkat positifnya kasus Covid-19 di daerah tersebut melebihi 10 persen, KPAI meminta pemerintah daerah untuk menunda pembelajaran tatap muka

KPAI Minta Pemda Tunda Lakukan Sekolah Tatap Muka jika Kasus Positif Covid-19 di atas 10 Persen
Tribun Jabar/Zelphi
Ilustrasi sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta pemerintah daerah untuk menunda pembelajaran tatap muka, jika kasus positif Covid-19 di daerah tersebut melebihi 10 persen. 

TRIBUNNEWS.COM - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta pemerintah daerah untuk menunda pembelajaran tatap muka, jika kasus positif Covid-19 di daerah tersebut melebihi 10 persen.

Hal tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan virus Covid-19 di lingkungan pendidikan.

Dikutip dari Kompas.com, Wakil Ketua KPAI, Rita Pranawati, juga mendorong Pemda melibatkan ahli penyakit menular dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) untuk mengambil keputusan terkait hal ini.

"Jika positivity rate di atas 10 persen, sebaiknya pemerintah daerah menunda pembukaan sekolah tatap muka," ujar Rita.

Tak hanya itu, Rita juga menerangkan, Pemda perlu terbuka mengenai data kasus Covid-19 di wilayah masing-masing.

Baca juga: Sekolah Tatap Muka Juli, Orang Tua Perlu Pertimbangkan Dua Hal Ini Sebelum Memberikan Izin

Baca juga: Sekolah di Zona Hijau Disarankan Lakukan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Mulai Juli 2021

"KPAI mendorong daerah untuk jujur pada data kasus Covid-19 di wilayahnya," kata Rita, Senin (7/6/2021).

Menurut Rita, pembukan madrasah ataupun sekolah tatap muka tidak cukup hanya mempertimbangkan kasus Covid-19 tentang kesiapan infrastruktur dan protokol kesehatan di satuan pendidikan saja, melainkan juga kesiapan dan kerja sama dari seluruh anggota masyarakat.

Rita menegaskan, pembukaan pembelajaran tatap muka (PTM) tidak hanya dengan mempertimbangkan guru atau tenaga pendidik di sekolah sudah divaksinasi.

Namun, PTM juga harus benar-benar mempersiapkan "5 siap", yakni siap daerah, sekolah, guru, orang tua, dan anak.

Rita meminta semua lini masyarakat harus tetap menaati aturan sesuai anjuran pemerintah.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Galuh Widya Wardani
Editor: Citra Agusta Putri Anastasia
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas