Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Menkes Prediksi Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca Lebaran Berlangsung Hingga Juli 2021

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memprediksi kenaikan kasus Covid-19 berlangsung hingga awal Juli mendatang.

Menkes Prediksi Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca Lebaran Berlangsung Hingga Juli 2021
istimewa
Menkes Budi Gunadi saat konferensi pers virtual yang disiarkan melalui youtube Sekretariat Presiden, Senin (7/6/2021).Menkes Prediksi Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca Lebaran Berlangsung Hingga Juli 2021 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memprediksi kenaikan kasus Covid-19 berlangsung hingga awal Juli mendatang.

Hal itu didasari pengalaman empiris di setiap libur panjang sebelumnya, yaitu libur panjang Natal dan Tahun Baru, libur panjang Idul Fitri, dan libur panjang lainnya.

"Berdasarkan pengalaman kita sebelumnya puncak dari kenaikan kasus terjadi 5-7 minggu dari liburan. Perkiraan kita, kita akan melihat kenaikan kasus sampai akhir bulan ini sampai awal bulan depan (Juli) dengan persiapan yang kita lakukan," ucap Menkes konferensi pers virtual yang disiarkan melalui youtube Sekretariat Presiden, Senin (7/6/2021).

Baca juga: Kapolri Siapkan Manajemen Kontijensi untuk Tekan Lonjakan Kasus Baru Covid-19 di Kudus

Baca juga: Menkes Beri Tambahan Vaksin Covid-19 ke Kudus dan Bangkalan, Masing-masing 50 Ribu Dosis

Saat ini di Kudus dan Bangkalan terjadi peningkatan yang cukup drastis.

Terlihat dari kenaikan penggunaan tempat tidur isolasi.

Untuk mengantisipasi penularan Covid-19 Gelanggang Olahraga Tri Lomba Juang ditutup sementara mulai Senin (7/6/2021). Penutupan dilakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Semarang, Suhindoyo mengatakan, penutupan ini dilakukan untuk mengantisipasi penularan Covid-19. Pasalnya, GOR milik pemerintah tersebut seringkali menjadi tujuan masyarakat untuk berolahraga. Kami antisipasi dampak dari Kabupaten Kudus karena banyak warga Kudus dirawat di RSUD. Covid-19 di Kota Semarang juga mengalami peningkatan. Kemudian, Pak Wali ambil kebijakan untuk hati-hati dan menutup GOR terlebih dahulu, papar Suhindoyo. Selama penutupan, Dispora akan melakukan pembersihan semua fasilitas yang ada di Tri Lomba Juang sembari menunggu Covid-19 kembali melandai. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)
Untuk mengantisipasi penularan Covid-19 Gelanggang Olahraga Tri Lomba Juang ditutup sementara mulai Senin (7/6/2021). Penutupan dilakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Semarang, Suhindoyo mengatakan, penutupan ini dilakukan untuk mengantisipasi penularan Covid-19. Pasalnya, GOR milik pemerintah tersebut seringkali menjadi tujuan masyarakat untuk berolahraga. Kami antisipasi dampak dari Kabupaten Kudus karena banyak warga Kudus dirawat di RSUD. Covid-19 di Kota Semarang juga mengalami peningkatan. Kemudian, Pak Wali ambil kebijakan untuk hati-hati dan menutup GOR terlebih dahulu, papar Suhindoyo. Selama penutupan, Dispora akan melakukan pembersihan semua fasilitas yang ada di Tri Lomba Juang sembari menunggu Covid-19 kembali melandai. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)

Kudus misalnya, sebelumnya di rumah sakit hanya terisi sekitar 40 pasien positif.

"Kemudian dalam satu setengah minggu terakhir naik cukup tinggi sampai sekitar 350an pasien," ungkap Budi.

Demikian juga terjadi Bangkalan, tadinya tempat tidur isolasi terisi pasien sekitar 10 pasien.

Kini naik ke angka 70 sampai 80 pasien dalam waktu 1,5 minggu.

Ikuti kami di
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Anita K Wardhani
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas