Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Kerahkan 40 Truk, Malaysia Luncurkan Vaksinasi Covid-19 Massal Secara Mobile

Malaysia bergerak melakukan program vaksinasi massal dengan meluncurkan truk pertama dari 40 truk vaksin yang akan digunakan.

Kerahkan 40 Truk, Malaysia Luncurkan Vaksinasi Covid-19 Massal Secara Mobile
Mohd RASFAN / AFP
Petugas medis yang mengenakan pakaian pelindung menyiapkan alat tes di lokasi pengujian virus Corona Covid-19 gratis di Shah Alam, di pinggiran Kuala Lumpur, pada 27 Mei 2021. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, KUALA LUMPUR - Malaysia bergerak melakukan program vaksinasi massal dengan meluncurkan truk pertama dari 40 truk vaksin yang akan digunakan di jalan raya dalam beberapa bulan mendatang.

Perlu diketahui, negara itu sedang berjuang melawan wabah virus corona atau Covid-19 terburuknya, dengan tingkat infeksi per kapita lebih tinggi dibandingkan lokasi lainnya di kawasan Asia Tenggara.

Ini terjadi setelah tercapainya rekor kasus harian baru dan kematian akibat Covid-19 pada akhir bulan lalu.

Dikutip dari laman Malay Mail, Rabu (9/6/2021), pemerintah Malaysia berencana mengerahkan puluhan truk vaksinasi ini ke daerah-daerah yang dinilai sulit memiliki akses ke pusat vaksinasi.

Puganesan Thiruselven, seorang warga yang mengantre untuk mendapatkan vaksinasi melalui penggunaan truk tersebut di Kuala Lumpur (KL) ini pun memuji langkah pemerintah negara itu yang dinilai tepat.

"Ini membuka lebih banyak kesempatan bagi publik untuk mendapatkan akses. Dengan melakukan ini, risikonya jauh berkurang," kata Puganesan.

Malaysia telah memberlakukan sistem pembatasan paling ketat untuk menahan penyebaran Covid-19 pada bulan ini.

Baca juga: India Catat Di Bawah 100 Ribu Kasus Baru Covid-19: Pertama Kalinya Sejak Awal April

Pemerintah negara itu pun menerapkan aturan larangan perjalanan antar negara bagian dan semua kegiatan, kecuali kegiatan yang sangat penting dan berkaitan dengan ekonomi.

Sejauh ini, negara tersebut telah mencatat 627.652 kasus positif Covid-19 dan 3.536 kematian secara keseluruhan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas