Tribun

Pembelajaran Tatap Muka

Sekolah Tatap Muka: Guru Tidak Boleh Punya Riwayat Komorbid

Selain itu, kegiatan belajar tatap muka juga tidak boleh lebih dari 2 hari dalam seminggu,  serta maksimal 2 jam setiap harinya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Sekolah Tatap Muka: Guru Tidak Boleh Punya Riwayat Komorbid
SURYA/SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
UJI COBA PTM - Guru menjelaskan materi pelajaran IPA kepada siswa kelas IX SMPN 1 Surabaya saat uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM), Senin (7/12). Rencananya Pemkot Surabaya menggelar uji coba PTM selama 2 minggu di 14 SMP negeri dan swasta guna persiapan sekolah tatap muka yang diinstruksikan kemendikbud pada Januari 2021. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Juru Bicara Satgas Penganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa usia 6-18 tahun di Indonesia menyumbang sekitar 6 persen kasus positif dan 0,6 persen pada kematian nasional.

Oleh karena itu, kata dia, dibukanya sekolah tatap muka harus dilakukan secara hati-hati.

Sekolah tatap muka sendiri rencananya akan dilakukan pada Juli mendatang.

"Maka dari itu penting untuk diingat kesempatan pembukaan sektor pendidikan ini harus dijaga stabilitasnya secara hati-hati dan terbatas," kata Wiku dalam Konferensi pers virtual yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden ,  Rabu, (9/6/2021).

Presiden Jokowi kata Wiku telah memberikan sejumlah arahan mengenai sekolah tatap muka.

Diantaranya yakni kegiatan belajar  dilakukan maksimal 25 persen dari kapasitas peserta didik.

Selain itu, kegiatan belajar tatap muka juga tidak boleh lebih dari 2 hari dalam seminggu,  serta maksimal 2 jam setiap harinya.

"Opsi menghadirkan anak berada di tangan orangtua," katanya.

Baca juga: Polri Diminta Pantau Implementasi Imbauan Presiden soal Sekolah Tatap Muka

Pemerintah kata Wiku memastikan kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas dilakukan dengan tetap mengupayakan kesehatan, keselamatan, dan keamanan dari peserta didik.

Oleh karena itu seluruh guru yang ikut dalam pembelajaran tatap muka harus sudah divaksin.

"Para guru juga harus dipastikan tidak memiliki penyakit komorbid," pungkasnya.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas