Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Afrika Selatan Buang 2 Juta Dosis Vaksin Johnson & Johnson Gara-gara Ini

Otoritas Kesehatan Afsel membuang 2 juta dosis vaksin virus corona (Covid-19) 'Janssen' Johnson & Johnson. Mengapa?

Afrika Selatan Buang 2 Juta Dosis Vaksin Johnson & Johnson Gara-gara Ini
Frederic J. BROWN / AFP
Afrika Selatan Buang 2 Juta Dosis Vaksin Johnson & Johnson Gara-gara Ini 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, CAPE TOWN - Otoritas Kesehatan Afrika Selatan (Afsel) telah membuang 2 juta dosis vaksin virus corona (Covid-19) 'Janssen' Johnson & Johnson. Mengapa?

Tindakan ini diambil karena bahan untuk produksinya berasal dari pabrik asal Amerika Serikat (AS) di Baltimore yang terkontaminasi.

Pengawas keamanan produk kesehatan Afrika Selatan (SAHPRA) telah memutuskan untuk tidak memberikan lampu hijau terkait penggunaan jutaan dosis vaksin yang disimpan di sebuah pabrik di kota Gqeberha.

Baca juga: Jokowi Minta Akhir Agustus Anies Sudah Vaksinasi 7,5 Juta Penduduk Jakarta

Baca juga: Update Lonjakan Kasus Virus Corona, Ini Ada 17 Zona Merah Covid-19 di Indonesia

Dikutip dari laman Russia Today, Senin (14/6/2021), lembaga tersebut akhirnya menunda sementara penggunaan dosis yang memang dipermasalahkan sejak awal Juni itu.

Saat ini otoritas terkait tengah menunggu laporan kepatuhan keamanan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA).

Seperti yang disampaikan Pejabat Menteri Kesehatan Afrika Selatan, Mmamoloko Kubayi-Ngubane pada hari Minggu kemarin.

Baca juga: UPDATE Haji 2021: Bio Farma Siap Lobi Vaksin Johnson & Johnson, Menag Siapkan Skenario Keberangkatan

Baca juga: UPDATE Haji 2021: Arab Saudi Belum Beri Kepastian, Pemerintah Usahakan Vaksin Johnson & Johnson

"Berdasarkan apa yang telah diumumkan oleh FDA, kami mempertimbangkan batch yang kami simpan di situs Gqeberha dan vaksin yang kami miliki di sana adalah sebanyak 2 juta," kata Ngubane.

Ia menambahkan bahwa dosis itu tidak akan digunakan untuk kegiatan vaksinasi bagi warga Afrika Selatan.

Hal tersebut pun dibenarkan oleh CEO SAHPRA, Dr. Boitumelo Semete yang mengatakan bahwa vaksin yang dimaksud 'tidak terbuka untuk umum'.

Halaman
12
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas