Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Terawan Tetap Ingin Lanjutkan Vaksin Nusantara, Ini Kata BPOM RI

POM pun angkat bicara terkait niat Terawan Agus Putranto tetap berkeinginan agar uji klinik fase III vaksin Nusantara bisa berlanjut.

Terawan Tetap Ingin Lanjutkan Vaksin Nusantara, Ini Kata BPOM RI
Screenshoot
Inisiator Vaksin Nusantara Letnan Jenderal TNI (Purn) Terawan Agus Putranto dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI, Rabu (16/6/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Inisiator Vaksin Nusantara Letnan Jenderal TNI (Purn) Terawan Agus Putranto tetap berkeinginan agar uji klinik fase III vaksin Nusantara bisa berlanjut.

BPOM pun angkat bicara terkait hal itu.

Melalui pesan singkat WhatApps, Kepala Badan POM RI Penny K. Lukito mengungkapkan, merujuk pada nota kesepahaman  "Penelitian Berbasis Pelayanan Menggunakan Sel Dendritik untuk Meningkatkan Imunitas Terhadap Virus SARS-CoV-2" maka, kelanjutan vaksin besutan eks menteri kesehatan itu bukan lagi berada di bawah pengawasan BPOM RI.

Baca juga: BPOM Ingatkan Jangan Beli Obat Ivermectin Sembarangan, Pemakaiannya Harus dengan Pengawasan Dokter

Baca juga: Cegah Ketergantungan Vaksin Impor, DPR Dorong Percepatan Produksi Vaksin Merah Putih dan Nusantara

Dalam MoU yang ditandatangani Kepala BPOM, Menteri Kesehatan, dan Kepala Staf Penerangan TNI AD dijelaskan bahwa vaksin nusantara ditetapkan sebagai penelitian berbasis pelayanan individu atau tidak dapat diproduksi massal.

Sehingga, pengawasan terkait hal itu kini berada di Kementerian Kesehatan.

Penny K. Lukito - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makan (BPOM)
Penny K. Lukito - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makan (BPOM) (Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S)

"Sudah bukan melalui jalur BPOM. Bukan produk yang akan digunakan masal, diproduksi masal. Tapi itu pelayanan individual, berbasis pelayanan kesehatan. Jadi bukan melalui Badan POM. Pengawasannya oleh Kemenkes," kata Penny saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Kamis (17/6/2021).

Sebelumnya dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI, Rabu kemarin, Terawan meminta dukungan komisi VII DPR RI agar uji klinik fase III vaksin Nusantara bisa berlanjut.

Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari bersama dokter Terawan Agus Putranto di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Terawan telah menyuntikkan sel dentitrik ke tubuh Siti Fadilah. Sel dentitrik itu dipercaya mampu melawan virus Corona karena telah melalui proses inkubasi bersama kit Covid-19 dan zat lainnya/Istimewa.
Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari bersama dokter Terawan Agus Putranto di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Terawan telah menyuntikkan sel dentitrik ke tubuh Siti Fadilah. Sel dentitrik itu dipercaya mampu melawan virus Corona karena telah melalui proses inkubasi bersama kit Covid-19 dan zat lainnya/Istimewa. (Tribunnews.com/Lusius Genik)

Ia mengaku tidak paham dengan alasan pemerintah tidak meloloskan vaksin besutannya menuju uji klinik fase III

"Kami mohon bantuan dari Komisi VII agar kami diizinkan menyelesaikan riset, karena ini tinggal selangkah lagi menuju uji klinis III," kata Terawan.

"Kami ucapkan terima kasih luar biasa teman-teman Komisi VII DPR yang begitu sangat mendukung program Vaksin Nusantara. Saya salut karena tadinya saya merasa dalam kesendirian," lanjut dia.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas