Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Perketat PPKM Mikro, Anies Baswedan: Kapasitas Kantor dan Tempat Publik Maksimal 50 Persen

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menerapkan pengetatan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro.

Perketat PPKM Mikro, Anies Baswedan: Kapasitas Kantor dan Tempat Publik Maksimal 50 Persen
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran, dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji saat Gelar Pasukan TNI, Polri dan Pol PP dalam rangka pengetatan PPKM Mikro di wilayah DKI Jakarta, di Silang Monas, Jumat (18/6/2021). Pengetatan dilakukan seiring meningkatnya angka positif Covid-19 di Jakarta, bahkan pada Jumat (18/6/2021) angka tertinggi selama pandemi yaitu sebanyak 4737. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menerapkan pengetatan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, kebijakan tersebut diterapkan guna menekan penyebaran Covid-19 di Ibu Kota.

Anies Baswedan melanjutkan, upaya pengetatan PPKM berskala mikro itu dilakukan dengan membatasi kegiatan masyarakat.

Penerapan pengetatan PPKM tersebut dimulai hari ini, Jumat (18/6/2021) dimana kapasitas orang dalam suatu ruangan hanya diperbolehkan 50 persen.

"Karena itu pada semuanya pengelola tempat-tempat yang banyak berkumpul, seperti pertokoan, pusat masyarakat, kapasitas hanya 50 persen tidak bisa dilampaui, maksimal 50 persen," kata Anies saat memimpin apel persiapan pengetatan PPKM berskala Mikro di Silang Monas Jakarta Pusat, Jumat (18/6/2021).

Baca juga: Gubernur Anies: Seluruh Kegiatan di Jakarta Harus Tutup Jam 9 Malam

Lebih lanjut, Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menyebut kegiatan masyarakat di Jabodetabek sudah harus berhenti pada pukul 21:00 WIB mulai hari ini.

"Kami semua akan melakukan operasi penertiban, seluruh kegiatan harus tutup pukul 9 malam dan petugas kita akan mengawasi dan menindaklanjuti," ucapnya.

Orang nomor satu di Jakarta itu juga memberikan data terbaru terkait jumlah kasus aktif pada hari ini di Jakarta.

Di mana berdasarkan data darinya, perhari ini di Jakarta terdapat 24.511 kasus aktif, yang berarti terkonfirmasi positif Covid-19 sedang dalam isolasi atau perawatan dan belum sembuh.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Depok Terus Bertambah, Dalam Sehari Capai 511 Kasus

Halaman
1234
Penulis: Rizki Sandi Saputra
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas