Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Kasus Covid-19 di Indonesia Melonjak, Pemerintah Diminta Terapkan PPKM Skala Besar

Kembali meningkatnya kasus virus corona atau Covid-19 secara signifikan di Indonesia membuat banyak pihak merasa khawatir, termasuk para tenaga medis.

Kasus Covid-19 di Indonesia Melonjak, Pemerintah Diminta Terapkan PPKM Skala Besar
Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional
Ketua Umum Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr Agus Dwi Susanto SpP(K) FAPSR FISR. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kembali meningkatnya kasus virus corona atau Covid-19 secara signifikan di Indonesia membuat banyak pihak merasa khawatir, termasuk para tenaga medis.

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) sekaligus Dokter Spesialis Paru Agus Dwi Susanto mengatakan lonjakan kasus Covid-19 akan berdampak pada 'ketidakmampuan' fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) dalam menangani pasien corona.

Hal itu karena peningkatan angka penderita Covid-19 tidak sebanding dengan keterbatasan kapasitas yang dimiliki fasyankes.

"Problemnya, kalau PPKM skala besar tidak segera dilakukan, akan terjadi penumpukan pasien yang dirawat di RS, sehingga ada potensi collapse-nya fasilitas layanan kesehatan," ujar Agus dalam virtual press conference, Jumat (18/6/2021).

Karena itu, ia menyarankan agar pemerintah menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara menyeluruh yang tidak hanya berfokus pada satu wilayah saja.

Perlu diketahui, berdasar pada data kasus harian yang dimiliki Satgas Covid-19 pada 15 Mei 2021, angka penambahan kasus yakni 2.385.

Baca juga: Jakarta Darurat Covid-19, Politikus PDIP Pertanyakan Mengapa Anies Baswedan Tak Tarik Rem Darurat

Lalu jumlah kasus perlahan mengalami peningkatan kemudian melonjak signifikan.

Tercatat pada 15 Juni lalu terdapat 8.161 kasus, hari berikutnya yakni 16 Juni terdapat 9.944 kasus, dan kasus per 17 Juni 2021 mencapai 12.624 kasus.

Jika dibandingkan dengan data 15 Mei, peningkatan kasus pada 17 Juni lalu mencapai sekitar 500 persen, angka ini diikuti dengan peningkatan kasus kematian terkait virus tersebut.

Halaman
1234
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas