Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Kasus Covid-19 Melonjak, Menko PMK: Kebutuhan Vaksin Merah Putih Mendesak

Pemerintah Indonesia saat ini sedang mengembangkan vaksin produksi dalam negeri dengan nama Vaksin Merah Putih.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Kasus Covid-19 Melonjak, Menko PMK: Kebutuhan Vaksin Merah Putih Mendesak
WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN
ANTRIAN VAKSIN - Ribuan warga antusias tertip antri mengikuti vaksinasi massal covid-19 yang digelar Pemkot Tangerang bagi masyarakat umum yang diadakan di areal Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa (29/6/2021). Vaksinasi ini selain diikuti oleh warga ber KTP Kota Tangerang juga warga di luar Kota Tangerang. Hanya sayangnya antusiasme warga ini menimbulkan antrian yang panjang. WARTA KOTA/NUR ICHSAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Indonesia saat ini sedang mengembangkan vaksin produksi dalam negeri dengan nama Vaksin Merah Putih.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan vaksin merah putih merupakan upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan vaksin dalam negeri di tengah kondisi pandemi yang masih parah.

Menurutnya, kebutuhan vaksin merah putih sangat mendesak di tengah lonjakan kasus Covid-19.

"Seiring dengan perkembangan situasi pandemi saat ini kita melihat bahwa kebutuhan akan vaksin dalam negeri menjadi sangat mendesak," ujar Muhadjir melalui keterangan tertulis, Selasa (29/6/2021).

Muhadjir mengatakan kemandirian vaksin harus segera terwujudkan dengan pengembangan vaksin merah putih.

"Pesan dari Bapak Presiden yang harus kita garis bawahi adalah bahwa kita upayakan kemandirian vaksin ini bisa segera tercipta di Indonesia," ucap Muhadjir.

Baca juga: Ahli: Virus Corona Varian Delta Dapat Menular Hanya 5-10 Detik Saat Berpapasan

Dalam mengembangkan Vaksin Merah Putih, pemerintah bekerja sama dengan 5 universitas dan 2 lembaga, yakni Universitas Airlangga (UNAIR), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). 

Rekomendasi Untuk Anda

Diketahui, vaksin corona tersebut dibuat dan dikembangkan dengan virus yang bersirkulasi di dalam negeri. Proses pengembangannya masih terus dikebut dan diperkirakan siap pakai 2022.

Dari tujuh vaksin yang diproduksi oleh Universitas dan Lembaga tersebut akan dipilih satu vaksin yang kemudian akan dicanangkan menjadi vaksin merah putih.
 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas