Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Anak Bosan di Rumah Saja Selama Pandemi? Jangan Khawatir, Berikut Solusinya

Peningkatan kasus infeksi Covid-19 membuat setiap orang harus tetap memperketat protokol kesehatan

Anak Bosan di Rumah Saja Selama Pandemi? Jangan Khawatir, Berikut Solusinya
Tangkap layar channel YouTube Sekretariat Presiden
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 dr Reisa Brotoasmoro.jpg 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Peningkatan kasus infeksi Covid-19 membuat setiap orang harus tetap memperketat protokol kesehatan. Begitu pula pada anak-anak.

Selain menjaga diri masing-masing, orangtua juga turut berupaya melindungi anak-anak dari infeksi virus. Tidak hanya pemahaman protokol kesehatan, anak pun diajak untuk tidak melakukan aktivitas di rumah saja.

Namun, berada di rumah dalam jangka waktu yang cukup lama dapat menimbulkan rasa bosan pada anak. Karenanya menurut Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, dr. Reisa Broto Asmoro, orangtua perlu lakukan sebuah upaya.

Baca juga: #WargaBantuWarga Ajak Rakyat Indonesia Beri Kontribusi Informasi Seputar COVID-19

Salah satunya membuat jadwal menyenangkan bersama anak. Anak perlu dilibatkan dalam membuat jadwal agar ia terbiasa mengambil keputusan.

Selain itu, mengikutsertakan anak membuat jadwal dapat menumbuhkan rasa tanggungjawab untuk mengikuti jadwal itu.

Kegiaran sekolah daring mungkin tidak terlalu memberatkan. Saat jadwal longgar, orangtua mungkin bisa membuat kegiatan yang disukai anak.

Baca juga: Kejar Target Vaksinasi, Satgas Covid-19: Hampir 50 Juta Orang Sudah Divaksin di Indonesia

"Sehingga aktivitas gak monoton. Keinginan dia juga tetep tersampaikan. Komunikasi anak penting juga sih," ungkapnya pada live streaming yang diadakan Morinaga, Kamis (8/7/2021).

Selain itu dr Reisa mengajak orangtua untuk jangan terlalu takut saat anak bosan. Karena dari rasa bosan tersebut, kata dr Reisa dapat mengembangkan kreatifitas anak yang bahkan tidak terbayangkan sebelumnya.

"Gak apa-apa dia bosan, biar berpikir, muter otak, jadi gak harus selalu satu arah dari orangtua. Jangan panik," katanya lagi.

Baca juga: Jokowi Ajak Mahasiwa, Kader Posyandu, dan Ibu PKK Jadi Relawan Covid-19 

Di sisi lain, dr Reisa pun membagikan pengalamannya dalam mengelola jadwal bersama anak. Dimana, dirinya selalu rutin melaksanakan jadwal meski dalam situasi liburan atau tidak.

Misalnya tidur, makan, bangun di jam yang sama. Tujuannya adalah agar anak tidak kehilangan arah. Anak-anak, menurutnya butuh rutinitas. Sesekali libatkan juga dalam pekerjaan rumah.

"Nyapu bersih-bersih. Buat kita ngerasa ngerecokin tapi buat mereka seru dianggap gede. Jadi merasa punya tanggungjawab. Gak cuma beresin mainnya saja," katanya lagi.

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas