Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Pertumbuhan Ekspor Komoditas Pertanian Dinilai Jadi Harapan Pemulihan Ekonomi Nasional

Guru Besar Ilmu Ekonomi Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Muhammad Firdaus mengatakan pertumbuhan ekspor sektor pertanian menjadi harapan dalam mem

Pertumbuhan Ekspor Komoditas Pertanian Dinilai Jadi Harapan Pemulihan Ekonomi Nasional
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Sejumlah pekerja memproduksi kue kering di Pabrik J&C Cookies, Jalan Bojongkoneng, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (7/5/2021). Guna memenuhi permintaan pasar selama Ramadhan dan Idulfitri 1442 H, J&C Cookies memproduksi lebih dari 5.000 toples kue kering per hari, atau meningkat lebih dari 30 persen dibanding produksi tahun sebelumnya. Kue kering yang diproduksinya terdiri dari 40 varian rasa, dijual mulai Rp 57.000 hingga Rp 195.000 per toples. Industri kue kering yang sudah mengekspor ke Singapura itu, membuka sejumlah pop up store dan outlet di Kota Bandung guna memudahkan konsumen berbelanja. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Guru Besar Ilmu Ekonomi Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Muhammad Firdaus mengatakan pertumbuhan ekspor sektor pertanian menjadi harapan dalam membangkitkan ekonomi nasional di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Catatan Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa nilai ekspor sektor pertanian pada bulan Juni 2021 mengalami kenaikan sebesar 33,04 persen (M-to-M) atau sebesar 15,19 persen secara (Y-on-Y). 

Kenaikan terjadi setelah komoditas tanaman obat, aromatik, rempah, kopi dan sarang burung walet memberi andil besar dalam ekspor selama Juni 2021.

"Berita baik dari BPS ini menunjukkan bahwa sektor pertanian memang sektor yang menjadi tumpuan dan harapan untuk ekonomi kita tetap bisa bangkit pada saat pandemi covid 19 ini," ujar Firdaus di Jakarta, Selasa (20/7/2021).

Dengan kenaikan tersebut, maka, ekspor nonmigas secara nasional menyumbang sebesar 93,36 persen dari total nilai ekspor Juni 2021 yang mencapai 18,55 miliar dolar AS atau naik sebesar 9,52 persen jika dibandingkan dengan ekspor pada Mei 2021.

Firdaus mengatakan, berbagai komoditas pertanian yang diekspor dari waktu ke waktu ini menunjukan bahwa Indonesia memiliki beragam komoditi yang berpeluang besar menguatkan perdagangan internasional.

Baca juga: Kemenperin: Ekspor Industri Terus Meningkat Pada Semester I 2021

"Di luar negeri produk-produk semacam sarang burung walet, rempah tanaman obat termasuk juga di dalamnya kopi dan teh saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat dunia. Dan produk itu hanya dimiliki oleh kekayaan alam di Indonesia," katanya.

Menilik perdagangan internasional, Firdaus menilai bahwa sektor pertanian masih menguat seperti dalam kondisi normal. 

Hal ini bisa dilihat dari berbagai laporan dan data yang disampaikan organisasi internasional seperti FAO dan WTO.

"Untuk di Indonesia sendiri sudah terbukti bahwa sektor pertanian baik di dalam negeri ataupun untuk pasar internasional tetap meningkat dan bahkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi utama. Karena itu, membangun pertanian dan terus meningkatkan nilai tambah dan sektor pertanian adalah tugas yang harus kita lakukan dengan sangat serius pada saat ini dan kedepannya," katanya.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri mengatakan bahwa kenaikan ekspor pada beberapa tahun ini merupakan bukti bahwa berbagai program di Kementerian Pertanian sudah berada di jalur on the right track.

"Kementan menjalankan program KUR (Kredit Usaha Rakyat), kemudian akselerasi ekspor melalui Geratieks (gerakan tiga kali ekspor) yang mengakomodir semua pelaku usaha untuk membuka peluang lapangan kerja yang bermuara pada ekspor dan kesejahteraan petani," katanya.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas