Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Soal Kartel Kremasi, Polres Jakarta Barat Periksa Dua Pegawai Rumah Duka

Jajaran Polres Metro Jakarta Barat memanggil pihak Rumah Duka Abadi terkait dugaan praktik kartel kremasi jenazah Covid-19.

Soal Kartel Kremasi, Polres Jakarta Barat Periksa Dua Pegawai Rumah Duka
Warta Kota/Henry Lopulalan
Ilustrasi: Suasana pemakaman khusus jenasah Covid-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Rorotan, Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Kamis(24/6/2021). TPU Rorotan memiliki luas 3 hektar dapat menampung sekitar 7.200 petak makam baru khusus jenazah Covid-19. Saat ini sudah terisi 900 makam. (Warta Kota/Henry Lopulalan) 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jajaran Polres Metro Jakarta Barat memanggil pihak Rumah Duka Abadi terkait dugaan praktik kartel kremasi jenazah Covid-19.

Pemanggilan tersebut dilakukan untuk mengusut lebih jauh soal kabar yang beredar mengenai tarif kremasi tak wajar di masa Pandemi Covid-19.

"Sudah (dilakukan pemanggilan), hari ini," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Joko Dwi Harsono saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (21/7/2021).

Lebih lanjut Joko mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap pihak rumah duka yang diketahui beroperasi di wilayah Daan Mogot, Jakarta Barat itu.

Baca juga: Buntut Kasus Kartel Kremasi, Pemprov DKI Siapkan Tempat Kremasi Jenazah Covid-19 yang Terjangkau

Kata Joko, pemeriksaan dilakukan sejak pukul 10.00 WIB terhadap dua orang yang bekerja di rumah duka tersebut.

"Sedang kami wawancara klarifikasi, lagi diperiksa sejak jam 10 dan ada dua orang yang diperiksa," kata Joko.

Kendati begitu, Joko belum memberikan keterangan lebih detail terkait hasil pemeriksaan tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto turun tangan soal adanya dugaan pengusaha rumah duka dan krematorium mematok harga yang sangat tinggi untuk jasa kepengurusan kremasi jenazah korban Covid-19.

Baca juga: Hotman Paris Dapat Aduan Biaya Kremasi Jenazah Covid-19 Mencapai Rp 80 Juta, Desak Kapolri Bertindak

Diketahui, dugaan adanya oknum pengusaha rumah duka dan krematorium nakal pertama kali diungkapkan oleh Hotman Paris melalui akun Instagram @hotmanparisofficial. Dia meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit menindak pelaku usaha tersebut.

Halaman
12
Penulis: Rizki Sandi Saputra
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas