Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Pemberian Vaksin Covid-19 pada Anak, Dokter Sebut Efeknya Sama dengan Orang Dewasa

Dengan mendapatkan vaksinasi, anak akan punya antibodi dengan virus covid-19. 

Pemberian Vaksin Covid-19 pada Anak, Dokter Sebut Efeknya Sama dengan Orang Dewasa
Shutterstock
Ilustrasi vaksinasi. Bagi diabetesi, kadar gula darah harus normal agar lolos syarat vaksinasi. berikut ini merupakan tips menjaga gula darah. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Vaksin bukan obat, namun dapat merangsang timbulnya pembentukan antibodi dari tubuh. 

Maka, saat terpapar oleh virus, tubuh punya antibodi untuk melawan.

Menurut dr Eva Devita Harmoniati, Sp A (K), walaupun sakit, tidak akan terlalu berat apabila sudah divaksin.

Saat ini, vaksin covid-19 telah diizinkan untuk anak usia 12-17 tahun. 

Manfaat yang diberikan pun serupa dengan orang dewasa. Saat menerima vaksinasi bukan berarti tidak tertular.

Baca juga: Ketahui Kriteria Anak Boleh Mengikuti Vaksinasi Covid-19

Tapi dengan mendapatkan vaksinasi, anak akan punya antibodi dengan virus covid-19. 

Ketika terinfeksi gejala penyakit tidak akan terlalu berat dan tidak membutuhkan perawatan sampai masuk rumah sakit.

Hal ini disebabkan karena tubuh punya antibodi melawan virus tersebut.

ilustrasi
ilustrasi (ist)

Di sisi lain, masih banyak yang meragukan keamanan dari vaksin tersebut.

Ada yang merasa takut vaksin dapat membawa pengaruh yang tidak baik. Bahkan berdampak pada kesehatan. 

Menanggapi hal itu, dr Eva pun mengatakan jika vaksin aman digunakan. Hal ini dikarenakan komponen yang digunakan dan pembuatan vaksin adalah virus yang sudah dimatikan.

"Vaksin ini aman, isinya virus yang sudah dimatikan. Tidak menimbulkan sakit virus akan bereaksi untuk membentuk antibodi dari komponen virus tersebut," ungkapnya pada siaran Radio Kesehatan, Jumat (22/7/2021).

Selain itu dr Eva pun menambahkan jika hasil penelitian menunjukkan bahwa efek samping yang dilaporkan dari vaksin sangat ringan. 

Kejadian ikutan setelah vaksin paling banyak dijumpai adalah demam ringan dan nyeri di tempat suntikan.

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas