Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Demi Tingkatkan Public Trust, Guru Besar UI Minta Pemerintah Gunakan Komunikasi Krisis

Guru Besar Komunikasi Universitas Indonesia (UI) Ibnu Hamid meminta pemerintah untuk menggunakan komunikasi krisis ke masyarakat di tengah pandemi Cov

Demi Tingkatkan Public Trust, Guru Besar UI Minta Pemerintah Gunakan Komunikasi Krisis
Tribunnews/Jeprima
Petugas medis bersiap menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada warga Kepulauan Seribu di KRI Teluk Youtefa 522 yang sedang lego jangkar saat Operasi Serbuan Vaksinasi Masyarakat Maritim di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Jumat (23/7/2021). Sebanyak 1.200 vaksin Covid-19 disiapkan TNI AL untuk warga Kepulauan Seribu dalam rangka mendukung program pemerintah guna upaya percepatan penanggulangan dan pencegahan penyebaran Covid-19. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Guru Besar Komunikasi Universitas Indonesia (UI) Ibnu Hamid meminta pemerintah untuk menggunakan komunikasi krisis ke masyarakat di tengah pandemi Covid-19

Menurut Ibnu, hal tersebut penting dilakukan guna meningkatkan kepercayaan publik atau public trust terhadap pemerintah. 

Apalagi hingga pergantian istilah dari PPKM darurat menjadi PPKM level-level, pemerintah dinilai belum pernah menggunakan komunikasi krisis kepada masyarakat. 

"Komunikasi publik yang ditempatkan pemerintah belum pada komunikasi yang krisis. Ciri komunikasi krisis adalah komunikasi yang melaporkan secara fakta tindakan-tindakan yang sudah dilakukan atas krisis yang terjadi," ujar Ibnu, dalam diskusi Polemik Trijaya bertajuk 'PPKM End Game?', Sabtu (24/7/2021).

Ibnu memaparkan seharusnya pemerintah tidak hanya melaporkan jumlah orang yang sembuh, positif, maupun meninggal dunia akibat Covid-19

Namun, kata dia, pemerintah juga dapat melaporkan tindakan apa saja yang telah dilakukan selama penanganan krisis ini. 

Baca juga: PWI Ajak Wartawan Berkontribusi untuk Penanganan Pandemi Covid-19 

Ibnu mencontohkan salah satu caranya dengan melaporkan secara periodik jumlah vaksin yang telah dikirim ke daerah, ataupun berapa bantuan yang telah diberikan ke masyarakat, termasuk bantuan sosial dan di bidang kesehatan.

"Jadi jangan hanya yang sudah udah dirawat sekian, yang sembuh sekian, yang wafat sekian. Itu penting, tapi yang penting adalah apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah," ungkapnya.

Selain itu, Ibnu menyoroti pula permintaan maaf dari pemerintah kepada publik.

Menurutnya hal itu bagus karena pemerintah sudah mau mengakui belum optimalnya penanganan situasi krisis. 

Hanya saja, hal tersebut akan lebih bagus lagi apabila disertai dengan kemajuan tindakan terhadap penanganan tersebut.

Dengan demikian, Ibnu meyakini public trust akan meningkat kepada pemerintah. 

"Tapi yang lebih bagus lagi menunjukkan kemajuan-kemajuan atau tindakan-tindakan yang sudah dilakukan dan kontributif terhadap penanganan krisis. Jika dilakukan insyaallah timbul public trust tadi," pungkasnya. 

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas