Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Menteri LHK Angkat Suara Soal Penanganan Limbah Medis B3 Covid-19

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar angkat suara menyikapi jumlah timbulan limbah medis COVID

Menteri LHK Angkat Suara Soal Penanganan Limbah Medis B3 Covid-19
WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN
LIMBAH COVID-19 - Petugas kesehatan non medis Rumah Singgah Covid-19, Kabupaten Tangerang, sedang mengumpulkan sampah B3 bekas penanganan Covid-19, untuk dimusnahkan, Kamis (12/11/2020). Penanganan masalah sampah berbahaya ini dilakukan PMI dan DLH Kabupaten Tangerang agar tidak membahayakan masyarakat dan tenaga kesehatan yang bertugas menangani Covid-19. WARTA KOTA/NUR ICHSAN 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar angkat suara menyikapi jumlah timbulan limbah medis COVID-19 yang terus meningkat.

Siti mengatakan pemerintah saat ini tengah menyiapkan semua instrumen untuk pengelolaan limbah medis infeksius agar dapat segera teratasi.

Termasuk dukungan fasilitas dan anggaran, baik yang berasal dari Satgas COVID-19, dana transfer ke daerah, maupun sumber pendanaan lainnya, serta usaha swasta karena perlu cepat dilakukan penyiapan sarana.

Pada konferensi pers hari Rabu (28/7/2021) terkait tentang Pengelolaan Limbah B3 Medis COVID-19, Siti Nurbaya menjelaskan ada tiga langkah utama KLHK dalam penanganan limbah B3 medis.

Baca juga: BRIN Kembangkan Insinerator Skala Kecil untuk Kelola Limbah Medis Masyarakat

Pertama, KLHK memberikan dukungan relaksasi kebijakan terutama untuk fasyankes yang belum memiliki izin.

Mereka diberikan dispensasi operasi dengan syarat insenerator suhu 800 derajat Celcius, dan diberikan supervisi.

“Jadi sejalan dengan Undang-Undang Cipta Kerja (UUCK) yang juga sudah membuat lebih sederhana persetujuan (sebelumnya izin) dan diberikan utuh, bukan lagi satu persatu izin per tahapan seperti sebelumnya,” tutur Menteri LHK Siti Nurbaya, Rabu (28/7/2021).

Baca juga: Rakor Bersama Satgas Pemprov DIY, Wapres Soroti Penanganan Limbah B3 Medis Pasien Covid-19

Kedua, KLHK memberikan dukungan sarana, mengingat kapasitas untuk memusnahkan limbah medis masih sangat terbatas. Sarana pengelolaan limbah medis yang ada saat ini masih terpusat di Jawa, yakni lebih kurang 78%.

Siti berujar KLHK sejak 2019 telah membantu sebanyak 10 unit insenerator kapasitas 150 kg/jam dan 300 kg/jam seperti di Sulsel, Aceh, Sulbar, NTB, NTT, Aceh, Sumbar, Papua Barat, dan Kalsel.

Halaman
12
Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas