Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Penanganan Covid

Wacana Vaksin Berbayar Bukan Usulan Pemerintah, Mahfud MD Ungkap Asal Mulanya

Presiden Jokowi telah memutuskan untuk membatalkan program vaksin Covid-19 berbayar bagi individu

Wacana Vaksin Berbayar Bukan Usulan Pemerintah, Mahfud MD Ungkap Asal Mulanya
Tribunnews.com/Gita Irawan
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menyebutkan wacana vaksin berbayar bukanlah usulan dari pemerintah.

Ia menyebutkan usulan itu justru muncul dari perusahaan-perusahaan yang menolak antre vaksinasi gratis yang ditetapkan pemerintah.

Karena itu, direncanakan vaksinasi berbayar melalui Kimia Farma.

"Sebenarnya pemerintah mau memberikan vaksin berbayar cuma perusahaan-perusahaan itu kan ingin perusahaannya jalan dan daripada antre vaksin itu masih lama dan kami mau bayar dan beli sendiri," kata Mahfud dalam diskusi daring, Sabtu (31/7/2021).

Namun pemerintah dikagetkan dengan penolakan masyarakat.

Baca juga: Percepatan Vaksinasi dan Pemenuhan Sembako untuk Rakyat Wujud Negara Hadir

Atas dasar itu, presiden Jokowi menarik kembali wacana vaksinasi berbayar.

"Tapi (rakyat) tidak setuju.

Kan ada rakyat yang nggak kebagian dan ada orang yang mampu bayar dan ada yang tidak.

Jadi vaksin berbayar itu tidak ada karena rakyat lebih banyak yang tidak setuju padahal itu belum jadi keputusan pemerintah," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas