Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kemenkes: Kasus Suntikan Vaksin Kosong di Pluit Ditangani Polisi

dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid angkat bicara terkait video seorang pria yang disuntik vaksin yang diduga kosong.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Kemenkes: Kasus Suntikan Vaksin Kosong di Pluit Ditangani Polisi
Tribunnews.com/Rina Ayu
Screenshoot video viral remaja disuntik vaksin kosong di Pluit Jakarta. 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid angkat bicara terkait video seorang pria yang disuntik vaksin yang diduga kosong.

Video berdurasi 15 detik tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.

Nadia mengatakan kasus tersebut sedang didalami oleh kepolisian.

Ia menyebut suntikan tersebut dilakukan oleh seorang perawat dari Rumah Sakit (RS) Graha Kedoya.

"Iya video tersebut dilakukan perawat dari RS Graha Kedoya dan saat ini sedang didalami oleh pihak polisi," ujar Nadia melalui pesan WhatApps, Senin (9/8/2021).

Baca juga: Ratusan Rumah Sakit Filipina Nyaris Penuh Saat Kasus Covid-19 Melonjak

Menurutnya, telah terjadi kesalahan petugas saat mengambil suntikan yang belum terisi vaksin.

Untuk saat ini, petugas tersebut dibebastugaskan sebagai vaksinator.

Rekomendasi Untuk Anda

"Ini sebenarnya kesalahan saat mengambil suntikan yang belum diisi vaksin. Saat ini yang bersangkutan sudah tidak boleh menjadi vaksinator lagi," ungkap perempuan berhijab ini.

Diketahui dalam unggahan oleh akun Twitter @Irwan2yah, dinarasikan petugas kesehatan menghujamkan jarum suntik vaksin kosong ke lengan sebelah kiri seorang remaja yang memakai masker hitam.

Menurut keterangan dalam video, penyuntikan terjadi di sebuah sekolah di Jakarta Utara pada tanggal 6 Agustus 2021.

Terkait unggahan tersebut, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara memastikan sedang menelusurinya.

"Masih dalam penyelidikan dulu," Kata Kasudin Kesehatan Jakarta Utara Yudi Dimyati saat dikonfirmasi seperti dikutip dari TribunJakarta.

Apabila penyuntikan vaksin kosong itu terbukti benar, Yudi menyatakan pihaknya akan memberi sanksi tegas.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas