Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Luhut Ingatkan akan Terjadi Kenaikan Kasus Positif dan Kematian dalam Beberapa Hari ke Depan

Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan akan adanya kenaikan kasus konfirmasi positif dan kasus kematian dalam beberapa hari ke depan. ini sebabnya...

Luhut Ingatkan akan Terjadi Kenaikan Kasus Positif dan Kematian dalam Beberapa Hari ke Depan
/JEPRIMA
ilustrasi: Petugas medis menggunakan baju hazmat bertuliskan tetap semangat saat berada ditengah anak-anak yang terkonfirmasi positif covid-19 ketika menjalankan isolasi di Wisma Atlet Jakarta, Senin (5/7/2021). TRIBUNNEWS/JEPRIMA 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan akan adanya kenaikan kasus konfirmasi positif dan kasus kematian dalam beberapa hari ke depan.

Kenaikan tersebut berasal dari kasus yang belum terdata atau terlaporkan.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Gratis untuk Masyarakat, Menkes: Jika Ada yang Minta Bayaran, Segera Laporkan

"Bahwa dalam beberapa hari kedepan akan kembali terjadi kenaikan trend kasus konfirmasi dan juga kasus kematian akibat tabungan kasus konfirmasi dan kematian yang dikeluarkan oleh beberapa kabupaten dan kota," kata Luhut dalam Konferensi pers virtual yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, Senin, (23/8/2021).

Baca juga: Soroti Pembubaran Vaksinasi di Sorong, NasDem Minta Ombudsman Turun Tangan

Luhut tidak menyebutkan detail angka kasus yang belum terlaporkan tersebut. Hanya yang pasti kasus yang belum terlaporkan tersebut akan dikeluarkan secara bertahap selam 10 hari ke depan.

"Ada mungkin beberapa ratus atau mungkin ribu data yang secara bertahap akan dikeluarkan, dalam minggu atau 10 hari kedepan ini," katanya.

Selain itu, pemerintah kembali memasukkan angka kematian sebagai salah satu indikator penentuan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Baca juga: Tak Lagi Berantakan, Angka Kematian Kembali Dimasukkan dalam Indikator Penentuan Level PPKM

Sebelumnya angka kematian dikeluarkan dari salah satu indikator penentuan level PPKM, lantaran datanya berantakan.

"Dalam evaluasi level 4 PPKM di atas pemerintah kembali masukkan data indikator kematian sebagai penilaian assesment level sesuai acuan yang ditetapkan WHO," ujar Luhut.

Pemerintah kata dia, telah merapihkan sebagian besar data kematian yang sempat kacau pendataannya yang menyebabkan penentuan level PPKM kurang tepat. Masih ada sejumlah daerah yang masih dibereskan pendataan angka kematiannya.

"Jadi kalau waktu dua minggu yang lalu kami mengambil itu (mengeluarkan dari indikator), karena kami mencoba bereskan datanya dan saya kira sekarang kerja keras dari Kementerian Kesehatan harus kita apresiasi, data itu sudah makin baik," katanya.

Sekarang ini kata Luhut, kasus kematian sudah banyak yang langsung terlaporkan sehingga dapat digunakan untuk menentukan level PPKM.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas