Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Komisi IX Soroti Rendahnya Lansia yang Sudah Divaksin

Anggota Komisi IX DPR RI Yahya Zaini menyoroti soal rendahnya warga lansia yang sudah divaksin. Menurutnya, jumlahnya masih sedikit.

Komisi IX Soroti Rendahnya Lansia yang Sudah Divaksin
Warta Kota/Henry Lopulalan
Tenaga kesehatan melakukan vaksinasi Covid-19 yang dilakukan secara door to door atau rumah ke rumah di kawasan Sunter Agung, Sunter, Jakarta Utara, Senin (16/8/2021). Vaksinasi yang dilakukan secara door to door itu dilakukan untuk sebagai langkah percepatan vaksinasi bagi lansia dan yang mengalami kelumpuhan. Warta Kota/henry lopulalan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI Yahya Zaini menyoroti soal rendahnya warga lansia yang sudah divaksin. Menurutnya, jumlahnya masih sedikit.

Diketahui dari target warga lansia sebanyak 21.553.118 baru terealisir 5.175.089 (24,1 persen) untuk dosis pertama dan 3.685.275 (16,97 persen) untuk dosis kedua. Jumlah itu, dinilainya masih sedikit. Padahal, lansia masuk dalam kelompok yang rentan.

Baca juga: Sinergi Semua Unsur Pemerintah Diperlukan dalam Mempercepat Vaksinasi Bagi Masyarakat

"Tidak ada penyelenggara vaksinasi yang memberikan prioritas kepada warga lansia. Warga lansia diperlakukan sama seperti penerima vaksin lain," ujar Yahya saat dikonfirmasi, Jumat (27/8/2021)

Yahya menerangkan, lansia mempunyai keterbatasan untuk mengakses vaksin sehingga perlu ada strategi dan perhatian yang khusus.

Lansia, kata Yahya, tidak bisa mengantri terlalu lama sebagaimana kelompok usia lainnya. Juga tidak bisa mengakses melalui teknologi informasi. Dengan kata lain, banyak warga lansia ingin divaksin tapi terkendala akses.

Baca juga: Lupakan Herd Immunity, Komisi IX DPR Minta Kebut Vaksinasi untuk Berikan Herd Protection

"Oleh karena itu, Kemenkes perlu memberikan prioritas dan perhatian khusus kepada warga lansia. Yaitu, dengan memberikan penugasan khusus kepada Pemda dan Puskesmas untuk menjangkau mereka," ucapnya.

Selain itu, strategi door to door perlu dilakukan untuk mempercepat vaksinasi warga lansia. Yahya menegaskan, penugasan tersebut harus diikuti dengan pemberian jatah vaksin yang khusus pula.

Sehingga tidak bercampur dengan kelompok usia lain pada umumnya. Karena informasi di lapangan, sebagian Pemda belum mengalokasikan vaksin untuk warga lansia.

"Tanpa ada perhatian dan jatah vaksin secara khusus warga lansia akan selalu ketinggalan untuk divaksin. Sementara mereka adalah kelompok paling rentan yang mudah tertular covid -19, bahkan banyak diantaranya yang meninggal dunia," katanya.

Sebab, menurutnya dengan mempercepat pemberian vaksin untuk warga lansia merupakan bagian dari upaya untuk menekan angka kematian.

Editor: Sanusi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas