Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Gelar Vaksinasi di Jakarta, Legislator PKS Minta Ada Jaminan Keamanan Soal Data

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS Kurniasih Mufidayati menggelar vaksinasi massal di beberapa titik di wilayah Pancoran

Gelar Vaksinasi di Jakarta, Legislator PKS Minta Ada Jaminan Keamanan Soal Data
ist
vaksinasi massal di beberapa titik di wilayah Pancoran, Pasar Minggu, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Sabtu (4/9) dan Minggu (5/9). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS Kurniasih Mufidayati menggelar vaksinasi massal di beberapa titik di wilayah Pancoran, Pasar Minggu, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Sabtu (4/9/2021) dan Minggu (5/9/2021).

Program vaksinasi massal di Jakarta Selatan ini adalah program kemitraan dengan Kementerian Kesehatan. Tak kurang sejumlah 2.000 warga Jakarta mengikuti agenda vaksinasi massal ini.

Mufida bersyukur antusiasme masyarakat guna mengikuti vaksin masih tetap tinggi.

Baca juga: Komisi II DPR: Pemerintah Pusat Harus Awasi Distribusi Vaksin di Daerah

Dia meminta semangat masyarakat mengikuti vaksin dijaga dengan meminimalisir isu dan menjaga jaminan keamanan data vaksin publik.

"Isu soal vaksinasi ini sangat dinamis. Pemerintah harus menjaga jangan sampai ada peristiwa atau kebijakan yang bisa melemahkan antusiasme publik. Teranyar data vaksinasi Presiden Joko Widodo bisa bocor dan terungkap ke publik. Ini menimbulkan banyak pertanyaan soal keamanan data vaksinasi," kata Mufida, saat meninjau vaksinasi massal di bilangan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu (5/9/2021).

Anggota DPR Dapil Jakarta Selatan, Jakarta Pusat dan Luar Negeri ini meminta pemerintah menjamin data vaksinasi publik sebab mengandung informasi pribadi yang rentan disalahgunakan.

Terlebih belum lama 1,3 juta data pengguna aplikasi e-HAC bocor dan publik bertanya tentang keamanan data mereka di aplikasi PeduliLindungi yang terkoneksi dengan proses vaksinasi.

Baca juga: Takut Anggaran Bocor, Sri Mulyani Bentuk Komite Audit Kementerian Keuangan

"Jika data vaksinasi seorang Presiden bisa bocor ke publik lalu bagaimana dengan masyarakat biasa? Saat banyak tempat mensyaratkan penunjukan bukti telah vaksin, maka keamanan data publik pasca vaksinasi menjadi hal yang wajib dilindungi," ungkap dia.

Terkait program vaksinasi di Jakarta, Mufida berharap bisa turut membantu target vaksinasi 2 juta dosis per hari untuk bulan September ini.

Baca juga: Kemenkes Pastikan Tidak Ada Kebocoran Data di Aplikasi PeduliLindungi

"PKS mendukung kebijakan yang bermanfaat bagi rakyat salah satunya vaksin. Kita perlu bekerjasama dengan semua pihak bukan hanya pemerintah tapi juga DPR untuk membantu percepatan dan target vaksinasi 2 juta sehari yang masih jadi PR," papar Mufida.

Mufida mengingatkan bagi setiap warga meskipun sudah mendapat vaksin tetap menjalankan protokol 5M secara disiplin. Dia juga menyampaikan sosialisasi vaksinasi bersama tokoh masyarakat di Jakarta Selatan.

"Kami titip pesan kepada para tokoh masyarakat bersama saling mengingatkan dan menjaga. Yang belum vaksin diberikan edukasi dan pelayanan agar bisa vaksin dan yang sudah vaksin terus bisa disiplin menjaga protokol 5M," tandasnya.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas