Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Kasus Terkonfirmasi Positif Turun Hingga 6,7 Persen, Tetap Waspada, Jangan Abaikan Prokes

Rata-rata kasus infeksi Covid-19 sudah mengalami penurunan. Untuk beberapa akhir pekan terakhir, angka positif berada di bawah 10 ribu.

Kasus Terkonfirmasi Positif Turun Hingga 6,7 Persen, Tetap Waspada, Jangan Abaikan Prokes
AFP/Juni Kriswanto
Sejumlah tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19 mengikuti upacara HUT ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di halaman Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI), Kota Surabaya, Jawa Timur, Selasa (17/8/2021). Selain upacara bendera, mereka juga menggelar berbagai lomba tujuh belasan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Kasus Terkonfirmasi Positif Turun Hingga 6,7 Persen, Tetap Waspada, Jangan Abaikan Prokes. AFP/Juni Kriswanto 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Rata-rata kasus infeksi Covid-19 sudah mengalami penurunan. Untuk beberapa akhir pekan terakhir, angka positif berada di bawah 10 ribu.

Hal ini berbanding jauh jika melihat lonjakan kasus positif di bulan Juli yang pernah tembus hingga 50 ribu. Kondisi ini dinilai mulai membaik.

Hal ini diungkapkan oleh Pelaksanaan Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu.

Baca juga: Jika Ada Siswa Terkonfirmasi Covid-19 Saat Pembelajaran Tatap Muka, Apa yang Harus Dilakukan?

Baca juga: Jubir Satgas Covid-19: Sekolah Ditutup Sementara Jika Ditemukan Kasus Covid-19

"Kalau lihat indikator transmisi penularan di komunitas indonesia termasuk sudah menurun sekali dari kasus konfirmasi. Kasus konfirmasi positif menurun hingga 6,7 persen,"ungkap Maxi dalam diskusi secara virtual melalui kanal YouTube FMB9ID, Selasa (7/9/2021).

Ia pun menyebutkan jika angka konfirmasi positif ini sudah hampir mendekati standar Organisasi Kesehatan Dunia yaitu WHO.

Pelajar SMA N 10 Semarang melakukan vaksinasi tahap pertama di halaman parkir sekolah, Kamis (2/9/21). Vaksinasi pelajar ini berlangsung selama dua hari dilaksanakan pada hari Rabu, 1 September dan Kamis 2 September 2021 dengan jumlah sisawa 930. Harapannya dengan adanya vaksinasi ini dan Semarang di tetapkan menjadi level 2 di harapkan proses KBM siswa bisa segera berlangsung dengan tetap mematuhi prokes 5 M.(Tribun Jateng/Hermawan Handaka)
Pelajar SMA N 10 Semarang melakukan vaksinasi tahap pertama di halaman parkir sekolah, Kamis (2/9/21). Vaksinasi pelajar ini berlangsung selama dua hari dilaksanakan pada hari Rabu, 1 September dan Kamis 2 September 2021 dengan jumlah sisawa 930. Harapannya dengan adanya vaksinasi ini dan Semarang di tetapkan menjadi level 2 di harapkan proses KBM siswa bisa segera berlangsung dengan tetap mematuhi prokes 5 M.(Tribun Jateng/Hermawan Handaka) (TRIBUN JATENG/TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA)

Angka ketersediaan bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit pun meningkat.

Selain itu angka kematian cenderung menurun hingga di bawah 500 perhari.

"Saya kira lihat indikator ini salah satu tingkat kepedulian masyarakat tinggi. Kalau dilihat mobilitas terutama menjadi indikator utama negara mampu menekan mobilitas penduduk," kata Maxi kembali.

Indonesia kata Maxi mampu menekan mobilitas sampai 20 persen.

Anak Buah Kapal (ABK) memperlihatkan ruangan bagi pasien Covid-19 di dalam KM Lawit yang berlabuh di Pelabuhan Panjang, Lampung, Kamis (19/8/2021). Kapal PT Pelni (Persero) tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, Kementerian Perekonomian, dan BNPB kepada Pemerintah Provinsi Lampung yang diperuntukkan bagi pasien Covid-19 dengan orang tanpa gejala (OTG), dengan kapasitas sebanyak 400 tempat tidur. Tribun Lampung/Deni Saputra
Anak Buah Kapal (ABK) memperlihatkan ruangan bagi pasien Covid-19 di dalam KM Lawit yang berlabuh di Pelabuhan Panjang, Lampung, Kamis (19/8/2021). Kapal PT Pelni (Persero) tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, Kementerian Perekonomian, dan BNPB kepada Pemerintah Provinsi Lampung yang diperuntukkan bagi pasien Covid-19 dengan orang tanpa gejala (OTG), dengan kapasitas sebanyak 400 tempat tidur. Tribun Lampung/Deni Saputra (Tribun Lampung/Deni Saputra)
Halaman
12
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas