Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Menlu Retno Marsudi: Berbagi Dosis Vaksin Covid-19 Penting Di Tengah Langkanya Pasokan

Retno Marsudi menekankan pentingnya mekanisme berbagi dosis atau dose-sharing vaksin Covid-19 dalam upaya penanganan pandemi global.

Menlu Retno Marsudi: Berbagi Dosis Vaksin Covid-19 Penting Di Tengah Langkanya Pasokan
Youtube Sekretariat Presiden
Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi menekankan pentingnya mekanisme berbagi dosis atau dose-sharing vaksin Covid-19 dalam upaya penanganan pandemi global.

Hal tersebut diungkapkan Retno dalam keterangan pers terkait kedatangan dukungan vaksin dari Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Perancis, yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden Jumat (17/9/2021).

“Dose-sharing sangat penting dalam mengatasi situasi darurat pandemi saat ini, di mana pasokan vaksin global masih langka, saat di mana kesenjangan akses vaksin masih lebar,” ujar Retno.

Terkait kesenjangan tersebut, papar Menlu, kerja sama vaksin multilateral COVAX telah menyampaikan tidak dapat memenuhi target pengiriman dua miliar dosis vaksin hingga akhir tahun ini dan menetapkan tenggat waktu terbaru menjadi kuartal pertama tahun 2022.

Arti penting dose-sharing, ungkap Retno, juga digarisbawahi oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Badan Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam pertemuan dengan Menteri Kesehatan negara-negara anggota G20, 5 September lalu.

Baca juga: Menlu Retno Marsudi Ungkap Arti Logo Presidensi G20 Indonesia yang Memiliki Dasar Merah Putih

(Dirjen WHO) menyebutkan, tiga langkah luar biasa diperlukan saat ini untuk mengatasi kelangkaan dan kesenjangan vaksin.
Pertama, queue swapping atau pertukaran antrian dosis antara negara dengan tingkat vaksinasi tinggi dengan (negara dengan tingkat vaksinasi) rendah, termasuk melalui COVAX Facility.

"Kedua, mempercepat realisasi dose-sharing, dan yang ketiga transfer teknologi dan know how untuk mendukung produksi vaksin di kawasan lain,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Menlu RI pun mengapresiasi komitmen berbagi dosis dari sejumlah negara sahabat. Pada hari ini, Jumat (17/9/2021) dan kemarin, Kamis (16/9/2021),

Indonesia menerima pengiriman 2,6 juta dosis vaksin Pfizer dukungan dose-sharing dari AS dan 968 ribu dosis vaksin AstraZeneca dukungan dose-sharing dari Perancis.

Baca juga: Bertemu Taliban di Doha, Menlu Retno Marsudi Sampaikan Tiga Pesan

“Dose-sharing dari Amerika Serikat dan Perancis ini selain mencerminkan kuatnya kemitraan Indonesia dengan Amerika Serikat dan Perancis, juga merupakan wujud komitmen semua negara untuk terus berkolaborasi menghadapi pandemi ini,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Menlu RI juga menegaskan bahwa upaya pemerintah untuk mengamankan kebutuhan vaksin nasional akan terus diperkuat untuk memenuhi target yang sudah ditetapkan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Pemerintah menargetkan untuk melakukan vaksinasi terhadap 208 juta penduduk guna mencapai kekebalan komunal atau herd immunity dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Berbagi terobosan akan terus dilakukan dan Indonesia siap bekerja sama dengan negara dan pihak manapun untuk mengamankan pasokan vaksin nasional dalam jangka pendek dan mengembangkan produksi vaksin lokal untuk jangka panjang,” katanya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas