Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Penelitian Jhons Hopkins Sebut Masyarakat Indonesia Masih Anggap Negatif Program Vaksinasi Covid-19

Pelaksanaan vaksin covid masih terkendala oleh beberapa hal. Salah satunya respon masyarakat terhadap vaksinasi.

Penelitian Jhons Hopkins Sebut Masyarakat Indonesia Masih Anggap Negatif Program Vaksinasi Covid-19
Freepik
Penelitian Jhons Hopkins Sebut Masyarakat Indonesia Masih Anggap Negatif Program Vaksinasi Covid-19 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Kasus Covid-19 terus melandai di Indonesia. Ini merupakan perkembangan baik setelah dihajar oleh Covid-19. Walau kondisi membaik, kematian Covid-19 pada Juni, Juli dan Agustus benar-benar tinggi.

Hingga saat ini lebih dari 140 ribu penduduk Indonesia yang kehilangan nyawa akibat Covid-19. Penanganan Covid-19 secara holistik diperlukan semua pihak dalam menghadapi varian baru.

Salah satu cara menangani pandemi adalah vaksinasi. Vaksinasi menjadi satu dari solusi terbaik menghadapi pandemi Covid-19.

Baca juga: Sukseskan Program Nasional 2 Juta Vaksin, PMI Kab Blitar Buka Sentra Vaksinasi

Baca juga: KSAL Tinjau Vaksinasi Persiapan Belajar Tatap Muka di Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang

Tapi pelaksanaan vaksin covid masih terkendala oleh beberapa hal. Salah satunya respon masyarakat terhadap vaksinasi.

Menurut penelitian Jhons Hopkins University, sekitar 100 negara dunia menemukan sebanyak 67 persen responden belum mendapat suntikan di Indonesia karena keengganan mereka mencari vaksin Covid-19.

Warga mengikuti pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang menargetkan jumlah peserta sebanyak 400 orang di Yayasan Yayuk Edi Peduli di kawasan Tambak Rejo, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (12/10/2021). Gelaran vaksinasi Covid-19 terus digelar berbagai elemen masyarakat untuk meningkatkan herd immunity (kekebalan kelompok) dan untuk mempercepat pemulihan ekonomi agar segera membaik. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Warga mengikuti pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang menargetkan jumlah peserta sebanyak 400 orang di Yayasan Yayuk Edi Peduli di kawasan Tambak Rejo, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (12/10/2021). Gelaran vaksinasi Covid-19 terus digelar berbagai elemen masyarakat untuk meningkatkan herd immunity (kekebalan kelompok) dan untuk mempercepat pemulihan ekonomi agar segera membaik. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ (SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ)

Sedangkan dari 34 persen, dari yang repsonden sama menyatakan mereka tidak butuh divaksinasi. Padahal vaksinasi bisa melindungi diri sendiri dan orang lain. Apa lagi bagi mereka yang memiliki daya tahan tubuh lemah.

"Umumnya banyak yang menyatakan secara pasti atau mungkin divaksin adalah 67 persen. Dibandingkan mereka yang melaporkan tidak divaksin, hanya 35 persen," papar perwakilan Communication Science dan Research Jhons Hopkins Douglas Storey, dalam seminar virtual, Rabu (13/10/2021).

Sebagai informasi, cakupan vaksinasi di Indonesia per rabu 7 Oktober minggu lalu sudah diberikan kepada 96, 4juta jiwa dari total sasaran program itu 208 juta jiwa agar vaksinasi.

Sementara dosis kedua baru mencapai 54,9 juta jiwa. Kalau dihitung, sampai dengan beberapa hari yang lalu vaksin di Indonesia baru ada di angka 26 persen yang sudah terkonfirmasi.

Artinya lebih 70 persen masyarakat Indonesia belum mendapatkan vaksinasi secara lengkap.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas