Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Sekolah Tatap Muka Digelar, Dokter Ingatkan Anak Bisa Jadi Sumber Penularan

Diharapkan orangtua dan pihak sekolah jangan lengah supaya pembelajaran tatap muka tidak memicu kenaikan angka covid-19.

Sekolah Tatap Muka Digelar, Dokter Ingatkan Anak Bisa Jadi Sumber Penularan
SURYA/SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
UJI COBA PTM - Guru menjelaskan materi pelajaran IPA kepada siswa kelas IX SMPN 1 Surabaya saat uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM), Senin (7/12). Rencananya Pemkot Surabaya menggelar uji coba PTM selama 2 minggu di 14 SMP negeri dan swasta guna persiapan sekolah tatap muka yang diinstruksikan kemendikbud pada Januari 2021. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekolah tatap muka terbatas diberlakukan di Jakarta dan di beberapa wilayah di Indonesia seiring penurunan kasus covid-19.

Dengan syarat, daerah tersebut berada di level tiga dan dua. Kemudian, semua civitas sekolah terutama keluarga menerapkan protokol kesehatan yang ketat. 

Namun dokter spesialis anak dr Melanie Yudiana Iskandar, Sp A mengatakan jika aktivitas ini membuat orangtua lengah. Karena selain orang dewasa, anak bisa menjadi sumber penularan. 

"Anak sendiri awalnya tertular karena terkena kluster keluarga. Dengan dimulainya pembelajaran tatap muka, anak bisa menjadi sumber penularan. Jadi harus betul betul hati-hati," ungkapnya pada seminar virtual, Kamis (14/10/2021).

Oleh karena itu, pihak sekolah serta orangtua harus menjaga anak supaya dengan PTM tidak memicu terjadi kenaikan angka Covid-19. 

Baca juga: Wiku Ingatkan Pentingnya Simulasi PTM Sesuai Kelompok Umur dan Sekolah

Baca juga: 3.039 Sekolah di Jakarta Sudah Menggelar Pertemuan Tatap Muka

Selain itu menurut pemaparan dr Melanie, anak memiliki risiko yang sama dengan orang dewasa. Anak berisiko terkena Covid-19.  

Maka penting ditanamkan kepada anak-anak agar disiplin menerapkan protokol kesehatan, yakni mencuci tangan, pakai masker, jaga jarak, dan hindari kerumunan. 

Mungkin perbedaannya hanya di gejala. Pada anak, gejala Covid-19 terhitung ringan. Kecuali pada anak-anak yang memiliki komorbid. 

Seperti obesitas atau daya tahan tubuh Rendah. Anak yang memiliki komorbid memang memiliki daya tahan tubuh lebih rendah dari anak biasa.

Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas