Tribun

Penanganan Covid

Kata Ketua Majelis Kesehatan Muhammadiyah Soal Kehalalan Vaksin Zifivax 

PP Muhammadiyah sendiri sebelumnya memberikan lima rekomendasi terkait pelaksanaan vaksinasi. 

Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Kata Ketua Majelis Kesehatan Muhammadiyah Soal Kehalalan Vaksin Zifivax 
Tribunnews.com/Reynas Abdila
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa Asrorun Niam menunjukkan sertifikasi halal untuk produk vaksin zifivax. (Tribunnews/Reynas) 

Nicolas Manafe/Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyambut baik kehadiran Vaksin Zifivax yang telah mendapatkan izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan POM RI pada 7 Oktober 2021 dan mendapatkan sertifikat halal dan bersih dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 12 Oktober 2021.

"Kalau sudah ada izin Badan POM dan sertifikasi dari MUI, Muhammadiyah seperti sikap sebelumnya. Seandainya vaksin ini (Zifivax; red) diputuskan penggunaannya, kita pakai," ujar Ketua Majelis Pembina Kesehatan PP Muhammadiyah, H Mohammad Agus Samsudin dalam keterangannya, Sabtu (16/10/2021). 

Untuk sertifikat halal dan bersih dari MUI terhadap vaksin tersebut, Agus Samsudin berpandangan bahwa Muhammadiyah sejak awal menyatakan bahwa vaksinasi merupakan bagian dari upaya kolektif yang perlu dilakukan secara bersama-sama.

Baca juga: Dapat Izin BPOM dan MUI, Vaksin Zifivax Mulai Diproduksi di Indonesia November 2021

Kendala di lapangan dalam upaya pemerintah menggenjot pelaksanaan vaksinasi sebagaimana sikap Muhammadiyah sebelumnya, lanjut dia, adalah bahwa mencegah lebih baik daripada sakit. 

Sertifikat halal dan bersih dari MUI, setidaknya memberikan tingkat kepercayaan bagi mereka yang memutuskan belum mengikuti vaksinasi.

"Ada beberapa sebab sebenarnya mereka tidak atau belum vaksin. Misalnya masih ada sebagian yang percaya tidak percaya dengan Covid-19, ada juga yang takut disuntik, jadi penyebabnya macam-macam. Sertifikat halal ini bisa menjadi salah satu jalan bagi mereka yang masih ragu-ragu," kata Anggota Konsil Kedokteran Indonesia itu.

"Yang pasti, kan mencegah itu selalu lebih baik. Hukumnya itu kalau bisa dicegah ya dicegahkan daripada sakit, sebelum mudharatnya datang dan itu bisa dicegah, secara fiqih itu kan harus dilakukan," ujar Agus. 

Baca juga: Mengenal Vaksin Covid-19 Terbaru Zifivax, Efek Samping, dan Efikasinya, Simak Penjelasannya

Melalui logika sederhana, ia menyatakan jika anda tidak ingin sakit maka anda harus hidup sehat. 

Maka, hidup sehat itu menjadi wajib untuk menghindari bahaya yang lebih besar.

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas