Tribun

Virus Corona

Ini Sanksi Jika Lab atau Faskes Patok Harga Tes PCR Tak Sesuai dengan Tarif Batas Atas

Jika ada lab yang mematok harga tidak mengikuti ketetapan pemerintah maka akan diberikan sanksi dengan paling berat penutupan Lab dan pencabutan izin.

Penulis: Arif Tio Buqi Abdulah
Editor: Daryono
Ini Sanksi Jika Lab atau Faskes Patok Harga Tes PCR Tak Sesuai dengan Tarif Batas Atas
Tribunnews/Irwan Rismawan
Warga melakukan tes PCR di GSI Lab Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (23/2/2021). Tribunnews/Irwan Rismawan 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah menurunkan tarif harga untuk tes PCR.

Tarif batas atas untuk pemeriksaan RP-PCR kini diturunkan menjadi Rp275 ribu untuk wilayah Jawa dan Bali.

Sedangkan untuk wilayah luar Jawa dan Bali, tarif tertinggi yang ditetapkan sebesar Rp300 ribu.

Batasan tarif tertinggi pemeriksaan RT-PCR tersebut telah ditetapkan melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan nomor HK.02.02/1/3843/2021 tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan RT-PCR.

Surat Edaran tersebut mulai berlaku di semua fasilitas pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, laboratorium dan fasilitas pemeriksa lainnya sejak Rabu (27/10/2021).

“Dari hasil evaluasi, kami sepakati bahwa batas tarif tertinggi pemeriksaan RT-PCR diturunkan menjadi Rp 275 Ribu untuk Pulau Jawa dan Bali, serta sebesar Rp 300 ribu untuk luar Pulau Jawa dan Bali,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Rabu (27/10/2021), seperti keterangan yang diterima Tribunnews.com.

Baca juga: Projo: Rakyat Menunggu Jokowi Berantas Mafia PCR

Baca juga: Bukhori Kritik Rencana Pemerintah Berlakukan Tes PCR Bagi Semua Moda Transportasi

Sanksi Jika Melanggar

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes, Abdul Kadir mengimbau agar fasilitas pelayanan kesehatan mematuhi batasan tarif tertinggi RT-PCR tersebut.

Ia mengingatkan agara Dinas Kesehatan Daerah Provinsi dan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten/Kota terus melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pemberlakuan pelaksanaan Batas Tarif Tertinggi untuk Pemeriksaan RT-PCR sesuai kewenangan masing-masing.

Nantinya, jika ada lab yang mematok harga tidak mengikuti ketetapan pemerintah maka akan dilakukan pembinaan melalui Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas