Tribun

Virus Corona

Pemerintah Punya Enam Indikator untuk Memantau Kondisi Pandemi

Badan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO telah menyatakan terkonfirmasi pertama kali menemukan varian baru mutasi Covid-19 yaitu Omicron. 

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Wahyu Aji
Pemerintah Punya Enam Indikator untuk Memantau Kondisi Pandemi
IST
Juru Bicara Pemerintah dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, Reisa Broto Asmoro 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO telah menyatakan terkonfirmasi pertama kali menemukan varian baru mutasi Covid-19 yaitu Omicron

Varian ini diketahui berasal dari spesimen yang dikumpulkan pada 9 November 2021. Lalu WHO pertama kali melaporkannya pada 24 November 2021.

Pemerintah langsung memberlakukan pengetatan protokol kesehatan.

Namun menurut Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, dr. Reisa Broto Asmoro menyebutkan jika antisipasi tidak hanya karena varian baru saja.

"Sebenarnya antisipasi kenaikan kasus tidak hanya karena varian baru saja ya. Kita juga harus tahu bahwa saat ini kita sedang bersiap mengantisipasi kenaikan kasus jelang liburan Natal dan tahun baru," ungkapnya pada siaran Radio RRI, Selasa (7/12/2021). 

Di sisi lain walau saat ini kondisi terhitung terkendali ada yang perlu ditekankan oleh masyarakat. Pemerintah kini juga memantau kondisi Covid-19 yang saat ini memiliki enam indikator yang dimonitor secara berkala.

Pertama kasus aktif. Kedua adanya penghitungan BOR atau keterisian tempat tidur di rumah sakit. Kemudiaan ketiga adalah kepatuhan prokes.

Keempat angka reporduksi efektif, kelima mobilitas penduduk dan keenam vaksinasi Covid-19. Masyarakat bisa mengambil bagian mencegah adanya varian baru tentunya dengan mematuhi prokes secara disiplin. 

"Kemudian mengurangi mobilitas dan turut percepatan program vaksinasi yang disediakan pemerintah," tambah Reisa lagi. 

Peningkatan aktifitas masyarakat kata Reisa seharusnya sudah mengikuti prokes yang ketat. Jangan justru makin kendor. 

"Misalkan merasa aman, merasa terkendali, prokes jadi berkurang. Gak boleh. Tentunya harus tetap menggunakan masker ketika berinteraksi dengan orang lain. Harus rajin cuci tangan setelah pegang lingkungan luar," pungkasnya.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas