Tribun

Virus Corona

Beberapa Kendala yang Dihadapi Penyandang Disabilitas pada Kebiasaan Baru Selama Pandemi

penyandang disabilitas sudah cukup berdatapsi secara baik. Namun ada beberapa hambatan yang dirasakan penyandang disabilitas.

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Beberapa Kendala yang Dihadapi Penyandang Disabilitas pada Kebiasaan Baru Selama Pandemi
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO
Angkie Yudistia (Staf Khusus Presiden RI Juru Bicara Bidang Sosial) hadir sebagai narasumber dalam acara Peluncuran Chatbot TISA untuk Penyandang Disabilitas Thisable Enterprise yang berlangsung pada Rabu 26 Agustus 2020 di Event Space CoHive 101, Kawasan Mega Kuningan, Jl. Dr Ide Anak Agung Gde Agung, Kuningan, Jakarta Selatan. TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sudah jalan hampir dua tahun Pandemi Covid-19 menyerang seluruhnya dunia.

Sampai saat ini semua masyarakat saling bekerjasama untuk memberantas Covid-19. 

Satu di antaranya mencegah terjadinya penularan.

Situasi terkini adalah beradaptasi dengan kebiasaan baru yaitu 5M.

Seperti yang kita ketahui 5M adalah mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjahuhi kerumunan dan mengurangi mobilitas. 

Semua hal tersebut sudah menjadi bagian kebiasaan baru kita semua. Begitu pula dengan penyandang disabilitas.

Hal ini diungkapkan oleh Staf Khusus Presiden di Bidang Sosial Angkie Yudistia

Menurutnya, penyandang disabilitas sudah cukup berdatapsi secara baik. Namun ada beberapa hambatan yang dirasakan penyandang disabilitas saat menerapkan protokol kesehatan.

"Hambatan dalam menerapkan prokes tergantung raga dari individu disabilitas," ungkapnya dalam Dialog Khusus Inklusivitas Bagi Penyandang Disabilitas di Jakarta, Rabu (9/12/2021). 

Misalnya saja penyandang disabilitas sensorik.

Angkie menyebutkan penyandang disabilitas ini sulit berkomunikasi jika semua memakai masker. 

Lalu ada pula penyandang disabilitas yang motorik.

Mereka lebih sulit untuk melakukan cuci tangan di fasilitas publik. Karena beberapa keran air tidak bersifat available untuk mereka.

Baca juga: Temui Penyandang Disabilitas dan Penyintas Kanker di Bali, Sahabat Ganjar Berikan Bantuan 

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas