Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jika Puncak Covid-19 Selesai, Bukan Berati Pandemi Usai

Pakar Epidemiologi Griffith University Dicky Budiman mengingatkan jika situasi belum langsung membaik walau telah melewati masa puncak kasus Covid-19.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Jika Puncak Covid-19 Selesai, Bukan Berati Pandemi Usai
Freepik
Ilustrasi pandemi global akibat Covid-19.Jika Puncak Covid-19 Selesai, Bukan Berati Pandemi Usai 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pakar Epidemiologi Griffith University Dicky Budiman mengingatkan jika situasi belum langsung membaik walau telah melewati masa puncak kasus Covid-19.

"Dalam konteks kasus pandemi Covid-19, bisa dipahami bahwa selesai puncak, bukan berarti pandemi usai. Gelombang ini bukan lah yang terakhir," ungkapnya pada Tribunnews, Senin (11/7/2022).

Menurut Dicky, yang terpenting adalah bukan hanya melewati puncak Covid-19.

Baca juga: Ahli Epidemiologi Ingatkan Potensi Long Covid-19 Pada Orang yang Terinfeksi Berulang

Tapi juga memastikan bahwa kasus infeksi kecil bisa tertangani. Setelah sembuh pun tidak mengalami Long Covid-19.

Bicara soal puncak kasus, Indonesia pun terbilang pelik.

Karena testing dan treacing saat ini termasuk kategori yang masif. Ditambah dengan kesadaran masyarakat makin menurun.

Rekomendasi Untuk Anda

"Sehingga klaim puncak ini tidak menjadi solid, lemah sekali. Terutama masyarakat kita kalau di rumah. Penjangkauan ke rumah juga minim, jadi jangan terjebak di masalah puncak," tegas Dicky.

Karenanya menurut Dicky yang perlu diperhatikan bukan isu gelombang. Tapi bagaimana membangun sistim kesehatan. Lalu mencegah beban kesehatan dengan mitigasi yang kuat.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas