Tribun

Virus Corona

Pakar Epidemiolog: Walau Tetap Bisa Terinfeksi, Vaksin Covid-19 Sangat Efektif Menghindari Keparahan

pakar Epidemiologi Griffith University Dicky Budiman mengatakan vaksinasi Covid-19 mengurangi dampak keparahan jika terinfeksi.

Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Pakar Epidemiolog: Walau Tetap Bisa Terinfeksi, Vaksin Covid-19 Sangat Efektif Menghindari Keparahan
Dokumentasi pribadi
Pakar Epidemiologi Griffith University Dicky Budiman 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Subvarian BA.4, BA.5 dan BA.75 diketahui memiliki kemampuan yang jauh lebih kuat dalam menginfeksi dan reinfeksi. 

Walau saat ini sebagian besar dunia sudah memiliki cakupan vaksinasi yang lebih baik ketimbang varian Delta.

Artinya, ketiga sub varian memiliki kemampuan dalam menyiasati dari imunitas.

Hal ini disampaikan oleh Pakar Epidemiologi Griffith University Dicky Budiman

"Menurunkan efikasi antibodi. Bahkan menurunkan efikasi treatment. Tentu hal ini menjadi peringatan. Ketika membiarkan virus merajalela dengan leluasa. Terutama yang tidak taat protokol kesehatan, tidak vaksin, membuat virus leluasa bermutasi," kata Dicky pada Tribunnews, Jumat (22/7/2022).

Perilaku manusia yang lalai menjadikan virus lebih pintar berevolusi.

Situasi ini tentu saja bersifat merugikan.

Dahulu efektifitas dua dosis vaksin Covid-19 di masa varian Delta di atas 80 persen, sekarang sudah menurun menjadi 50 persen. 

Bahkan Dicky menyebutkan jika efektifitas vaksin tiga dosis pun sekarang sudah terancam menurun.

Walau pun begitu, Dicky menegaskan jika vaksin Covid-19 terbukti efektif dalam mencegah keparahan dan kematian.

Ini dilihat dari perbandingan data sebelumnya.

Saat terjadi gelombang, meski kasus infeksi meningkat, orang yang masuk ICU, kemudian kasus meninggal dari setiap sub varian cenderung menurun.

Baca juga: Badan Beladiri Jepang Perpanjang Vaksinasi Covid-19 Massal hingga 30 September 2022

"Tapi data berbeda diperlihatkan ketika menimpa orang yang belum mendapatkan booster. Didapati angka kematian. Jadi vaksin ini terbukti memang ada kelemahan," kata Dicky lagi.    

Kelemahan tersebut adalah belum bisa mencegah 100 persen terinfeksi. Tapi setidaknya tidak menimbulkan gejala. 

Di sisi lain juga menurunkan risiko long covid juga. Tapi di sisi lain mamfaat besar vaksinasi yang mencegah orang masuk rumah sakit, ICU an mencegah kematian.

"Maka saya sampaikan, pada beberapa kelompok penting untuk mendapatkan dosis keempat. Terutama lansia yang sudah 2-3 bulan lalu yang mendapatkan dosis ketiganya. Begitu juga dengan pelayan publik," pungkas Dicky.

berita POPULER
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas