Tribun

Virus Corona

Studi Baru: Pasar di Wuhan China Kemungkinan Besar adalah Pusat Penyebaran Covid-19

Studi baru menunjukkan Pasar Makanan Laut Huanan di Wuhan, China, kemungkinan besar adalah pusat penyebaran virus Corona (Covid-19).

Penulis: Rica Agustina
Editor: Miftah
zoom-in Studi Baru: Pasar di Wuhan China Kemungkinan Besar adalah Pusat Penyebaran Covid-19
Twitter @muiyixiao
Pasar Seafood Huanan - Studi baru menunjukkan Pasar Makanan Laut Huanan di Wuhan, China, kemungkinan besar adalah pusat penyebaran virus Corona (Covid-19). 

TRIBUNNEWS.COM - Pasar Makanan Laut Huanan di Wuhan, China, kemungkinan besar adalah pusat penyebaran virus Corona (Covid-19), menurut studi terbaru.

Hasil studi tersebut diunggah secara online sebagai pracetak pada Februari kemudian menjalani peer review dan diterbitkan pada Selasa di jurnal Science.

Para ilmuwan menarik kesimpulan itu setelah melakukan penelitian dengan mengambil dua pendekatan yang sangat berbeda.

Pertama, para ilmuwan dari seluruh dunia menggunakan alat pemetaan dan laporan media sosial untuk melakukan analisis spasial dan lingkungan.

Mereka menyarankan bahwa meskipun keadaan sebenarnya masih belum jelas, virus itu mungkin ada pada hewan hidup yang dijual di pasar pada akhir 2019.

Hewan-hewan itu ditempatkan berdekatan dan dapat dengan mudah bertukar kuman. Namun, penelitian ini tidak menentukan hewan mana yang mungkin sakit.

Baca juga: Update Covid-19 Global 27 Juli 2022: Total Infeksi Covid-19 576,7 Juta Kasus, Total Pulih 546,7 Juta

Peneliti menentukan bahwa kasus Covid-19 paling awal berpusat di pasar di antara vendor yang menjual hewan hidup ini atau orang-orang yang berbelanja di sana.

Mereka yakin ada dua virus terpisah yang beredar pada hewan yang menyebar ke manusia.

"Kedelapan kasus Covid-19 yang terdeteksi sebelum 20 Desember berasal dari sisi barat pasar, tempat spesies mamalia juga dijual," kata studi tersebut seperti dikutip CNN.

Kedekatan dengan lima kios yang menjual hewan hidup atau yang baru saja disembelih merupakan prediksi kasus manusia.

"Pengelompokan ini sangat, sangat spesifik," kata rekan penulis studi Kristian Andersen, seorang profesor di Departemen Imunologi dan Mikrobiologi di Scripps Research, Selasa.

Pola "luar biasa" yang muncul dari pemetaan kasus-kasus ini sangat jelas, kata rekan penulis lainnya, Michael Worobey, kepala departemen Ekologi dan Biologi Evolusioner di Universitas Arizona.

Peneliti memetakan kasus paling awal yang tidak ada hubungannya dengan pasar, lanjut Worobey, dan orang-orang itu tinggal atau bekerja di dekat pasar.

"Ini merupakan indikasi bahwa virus mulai menyebar pada orang-orang yang bekerja di pasar tetapi kemudian mulai menyebar ke masyarakat sekitar ketika pedagang masuk ke toko-toko lokal, menginfeksi orang-orang yang bekerja di toko-toko itu," tambah Worobey.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas