Tribun

Virus Corona

Redam Amukan Massa, Presiden China Umumkan Pelonggaran Lockdown Covid-19 di Urumqi

Presiden China Xi Jinping mengumumkan pelonggaran kebijakan lockdown Covid-19 di wilayah Urumqi, langkah ini diambil pasca aksi demonstrasi

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Redam Amukan Massa, Presiden China Umumkan Pelonggaran Lockdown Covid-19 di Urumqi
Video screen grab via Reuters
Aksi protes terhadap kebijakan pembatasan Covid-19 telah menyebar ke banyak kota di China. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Namira Yunia Lestanti

TRIBUNNEWS.COM, BEIJING – Presiden China Xi Jinping mengumumkan pelonggaran kebijakan lockdown Covid-19 di wilayah Urumqi, langkah ini diambil pasca aksi demonstrasi akibat kebakaran di kawasan apartemen Xinjiang.

Dalam konferensi pers yang digelar pada akhir pekan kemarin, sejumlah pejabat pemerintahan setempat sepakat untuk melonggarkan lockdown secara bertahap di daerah yang paling rendah memiliki resiko penularan Covid-19, salah satunya kota Urumqi.

“Urumqi sudah berhasil mengurangi kasus Covid di masyarakat berkat lockdown yang diterapkan.” Kepala propaganda lockdown Urumqi, Sui Rong sebagaimana yang dikutip dari CNN International.

Baca juga: Update Covid-19 Global 28 November 2022: Total Infeksi 646,1 Juta, Jumlah Pasien Sembuh 624,5 Juta

Dengan kebijakan baru kini para warga diizinkan untuk keluar dari gedung apartemen yang digunakan untuk mengisolasi korban positif Covid-19, meski begitu mereka masih tidak diperbolehkan meninggalkan kompleks area isolasi.

Selain karena risiko penularan Covid yang telah menurun, kebijakan ini dilakukan pemerintah untuk meredam amukan warga usai kawasan apartemen Urumqi mengalami kebakaran hebat hingga menewaskan 10 orang dan sembilan lainnya mengalami luka-luka.

Hingga kini masih belum diketahui apa penyebab dari kebakaran tersebut, otoritas setempat juga masih dalam tahap penyidikan.

Namun menurut informasi yang beredar kebakaran muncul pukul 22.20 waktu setempat pada Kamis (24/11/2022), api secara tiba – tiba melalap 21 lantai apartemen yang digunakan para pasien positif Covid-19 untuk melakukan isolasi.

Perangkat rumah tangga, tempat tidur, dan barang-barang milik pasien yang di dalam apartemen itu hangus terbakar.

Warga yang terkunci dalam apartemen dan tak bisa menyelamatkan diri juga turut menjadi korban.

Kejadian tersebut lantas menjadi titik kritis terbaru dalam kefrustrasian kebijakan lockdown China yang kian memuncak.

Hingga membuat jutaan orang yang lelah dengan pembatasan lockdown, aturan karantina dan kampanye pengujian massal menggelar demo di sejumlah wilayah termasuk di Shanghai, tepatnya di distrik Urumqi.

Baca juga: Breaking News Update Covid-19, 27 November 2022: Minggu Hari Ini Catat 4.151 Kasus

Mereka menyalahkan penguncian Covid-19 yang menghambat upaya penyelamatan dan memicu korban jiwa.

Awalnya aksi demo yang diikuti 400 warga digelar tenang mereka kompak menyanyikan lagu kebangsaan dan mendengarkan orasi, sebagian demonstran turut mengibarkan bendera China dan menyanyikan lagu kebangsaan.

Namun perlahan demo berakhir dengan aksi pukul dan bentrok warga berkumpul menumpahkan amarah dengan meneriakkan slogan, "Cabut lockdown!"

Aksi demo serupa juga terjadi di kota metropolis terbesar di China, Shanghai pada akhir pekan kemarin.

Massa berkumpul dengan beberapa di antaranya mendesak mundurnya Presiden Xi Jinping karena mengganggap kebijakan lockdownnya telah mengganggu masyarakat menjalankan roda perekonomian.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas