Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

China Sebut Wabah Covid-19 telah Menginfeksi 80 Persen Populasi

Seorang ilmuwan di China mengatakan bahwa kemungkinan rebound besar virus corona sangat kecil karena 80 persen warganya telah terinfeksi virus ini.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in China Sebut Wabah Covid-19 telah Menginfeksi 80 Persen Populasi
Asia Financial
Penanganan pasien Covid di China. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, BEIJING - Seorang ilmuwan pemerintah terkemuka di China pada Sabtu kemarin mengatakan bahwa kemungkinan rebound besar virus corona (Covid-19) di negara itu selama dua atau tiga bulan ke depan sangat kecil.

Hal itu karena 80 persen warganya telah terinfeksi virus tersebut.

Baca juga: Update Covid-19 Global 20 Januari 2023: Total Orang Pulih dari Corona 644.019.727

Pergerakan massal orang selama periode liburan Tahun Baru Imlek yang sedang berlangsung dapat menyebarkan pandemi dan meningkatkan infeksi di beberapa daerah.

"Namun gelombang kedua Covid-19 tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat" kata Kepala Ahli Epidemiologi di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), Wu Zunyou di platform media sosial Weibo.

Dikutip dari laman Channel News Asia, Senin (23/1/2023), ratusan juta warga China bepergian ke seluruh negeri untuk reuni liburan, karena aturan pembatasan Covid-19 baru-baru ini dilonggarkan.

Ini tentu saja meningkatkan kekhawatiran akan wabah baru di daerah pedesaan yang kurang siap dalam menangani wabah besar.

Baca juga: Kasus Covid di China sentuh angka 900 juta, menurut studi

Rekomendasi Untuk Anda

"China telah melewati puncak pasien Covid-19 di klinik dengan gejala demam, ruang gawat darurat dan dengan kondisi kritis," kata seorang pejabat Komisi Kesehatan Nasional negara itu pada Kamis lalu.

Hampir 60.000 warga negara itu yang terinfeksi Covid-19 telah meninggal di rumah sakit pada 12 Januari lalu atau sebulan setelah China secara tiba-tiba membatalkan kebijakan nol-Covid yang selama ini diterapkannya.

Namun beberapa ahli mengatakan bahwa angka itu mungkin jauh dari perhitungan dampak penuh, karena tidak termasuk mereka yang meninggal di rumah.

Banyak dokter yang mengatakan pula bahwa mereka tidak disarankan untuk menyebut Covid-19 sebagai penyebab kematian.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas