Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ketua DPD Minta Pemerintah Segera Atasi Limbah yang Cemari Pulau Untung Jawa

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, meminta pemerintah segera mengatasi pencemaran yang membahayakan lingkungan tersebut.

Ketua DPD Minta Pemerintah Segera Atasi Limbah yang Cemari Pulau Untung Jawa
dok. DPD RI
Ketua DPD RI saat melakukan kunjungan ke Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu untuk Rapat Konsolidasi anggota DPD RI Wilayah Barat, 9 Januari 2021, yang lalu. 

TRIBUNNEWS.COM - Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) mencemari Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, Jakarta, sejak beberapa waktu terakhir. Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, meminta pemerintah segera mengatasi pencemaran yang membahayakan lingkungan tersebut.

Senator asal Jawa Timur itu menegaskan limbah B3 berupa oil spill tersebut akan mendatangkan banyak kerugian.

"Bukan hanya merugikan lingkungan, limbah oil spill yang dilaporkan sudah mencemari Pulau Untung Jawa juga mengancam keberlangsungan hidup masyarakat dan pariwisata," tuturnya, Rabu (28/4/2021).

Bahkan, Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur ini mengingatkan jika pencemaran limbah di Pulau Untung Jawa sudah cukup serius.

"Harus dicek apa yang sebenarnya terjadi. Jika memang ada unsur kesengajaan atau keteledoran, artinya sudah ada pelanggaran hukum. Jika dibiarkan, pelaku akan merasa pembuangan limbah berbahaya tidak menjadi masalah," tuturnya.

LaNyalla pun menyoroti aksi warga yang membersihkan limbah B3 dari perairan di sekitar Pulau Untung Jawa. Selain untuk membersihkan kawasan pulau, limbah yang dikumpulkan bisa dijual kepada Pertamina.

"Sebenarnya apa yang dilakukan warga baik. Namun hal tersebut tidak akan menyelesaikan inti dan pokok permasalahan yang sebenarnya, karena pembuangan limbah sangat merugikan dan mengancam ekosistem," sebutnya.

Alumnus Universitas Brawijaya itu juga mengingatkan, apa yang didapat warga pada akhirnya tidak sebanding dengan dampak yang akan muncul.

"Jangan sampai warga mendapat untung sedikit namun dampaknya malah banyak merugikan dirinya sendiri," kata LaNyalla.

Mantan Ketua Umum PSSI itu mengatakan permasalahan ini bisa mengganggu sektor pariwisata. Apalagi, sudah banyak wisatawan yang kecewa akibat mendapati pencemaran oil spill saat snorkling di Pulau Untung Jawa.

"Lama-lama tempat wisata ini akan ditinggalkan pengunjung karena ada limbah membahayakan. Seperti kita ketahui, Kepulauan Seribu merupakan salah satu 10 destinasi prioritas yang telah ditetapkan pemerintah. Untuk itu Dinas pariwisata juga harus segera turun tangan untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi. Apalagi limbah juga mengancam ekosistem terumbu karang dan Taman Nemo," pungkasnya.(*)

Ikuti kami di
Editor: Content Writer
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas