Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Ketua DPD RI Singgung Peran Kerajaan Nusantara di Sidang Bersama DPR dan DPD

Menurutnya, Indonesia merupakan negara besar karena lahir dari Kerajaan dan Kesultanan Nusantara yang telah memiliki peradaban unggul.

Ketua DPD RI Singgung Peran Kerajaan Nusantara di Sidang Bersama DPR dan DPD
DPD RI
Ketua DPD RI memimpin Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI yang digelar di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (16/8/2021). 

TRIBUNNEWS.COM - Peran besar Kerajaan Nusantara bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) disinggung oleh Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti saat memimpin Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, Senin (16/8/2021).

Sidang Bersama DPR RI-DPD RI digelar di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta. Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma’ruf Amin hadir langsung dalam acara yang digelar fisik dan virtual ini.

Menurut Senator Jawa Timur itu, Indonesia merupakan negara besar karena lahir dari Kerajaan dan Kesultanan Nusantara yang telah memiliki peradaban unggul. Para Raja dan Sultan Nusantara disebut juga secara langsung turut membentuk lahirnya negara ini melalui dukungan mereka kepada para pendiri Bangsa saat itu.

“Tercatat dalam sejarah, bagaimana para Sultan dan Raja Nusantara memberikan sumbangan mereka kepada Indonesia di awal Kemerdekaan. Salah satunya sumbangan uang 13 Juta Gulden dari Sultan Siak dan Pesawat Kepresidenan serta Emas Monas dari Tokoh dan Rakyat Aceh,” kata LaNyalla.

Sumbangsih lain yang juga tak boleh dilupakan adalah dari para tokoh pejuang kemerdekaan yang terdiri dari tokoh pergerakan, militer, ulama dan agamawan, hingga kaum terdidik dan cendekiawan.

Menurutnya, para tokoh pejuang kemerdekaan tersebut sangat berjasa karena telah menyumbangkan pikiran jernih mereka dalam Sidang BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dan PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dalam menyiapkan kemerdekaan Indonesia.

“Yang kemudian menghasilkan karya agung bangsa ini, yaitu Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Karena itu, tidak mengherankan bila Presiden Soekarno mengingatkan kita semua, agar jangan sekali-kali meninggalkan Sejarah,” tuturnya.

LaNyalla mengatakan, sejarah bangsa yang tangguh meninggalkan warisan berupa negara besar, yang seharusnya mampu memakmurkan rakyatnya dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Hal itu lantaran Indonesia adalah bangsa yang dicita-citakan sebagai negara kesejahteraan yang beragama.

“Oleh karena itu, dalam konstitusi di Pasal 29 Ayat (1) disebutkan bahwa; Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. Sehingga konsekuensinya, dalam mengatur kehidupan rakyatnya, negara harus berpegang pada kosmologi dan spirit Ketuhanan,” sebut LaNyalla.

Ia pun mengingatkan para pemangku kepentingan untuk menggunakan kerangka etis dan moral agama sebagai landasan dalam setiap membuat kebijakan. Termasuk menjauhi perilaku koruptif.

Halaman
12
Editor: Content Writer
Ikuti kami di
berita POPULER
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas