Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Fadli Zon: Negara-Negara Kawasan Regional Harus Saling Bantu Tangani Covid-19

DPR RI sangat mengapresiasi langkah Uni Eropa (EU) untuk membantu setiap negara ASEAN dan di tingkat regional dalam mengatasi krisis kesehatan.

Fadli Zon: Negara-Negara Kawasan Regional Harus Saling Bantu Tangani Covid-19
dok. DPR RI
Ketua BKSAP DPR RI Fadli Zon dalam dialog virtual antara AIPA dan Parlemen Uni Eropa (EP), Selasa (22/6/2021). 

TRIBUNNEWS.COM - Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon menyatakan bahwa DPR RI sangat mengapresiasi langkah Uni Eropa (EU) untuk membantu setiap negara ASEAN dan di tingkat regional dalam mengatasi krisis kesehatan.

Selain memperkuat sistem kesehatan, kerja sama kawasan regional juga penting untuk mengurangi dampak ekonomi dan sosial dari pandemi Covid-19.

“Sebagai dua blok regional paling maju di dunia, dengan kemitraan yang telah terjalin selama lebih dari 40 tahun, saya yakin akan lebih banyak kemajuan yang dicapai dalam hubungan kedua kawasan di masa depan. Tidak hanya secara bersama-sama mengatasi tantangan global, termasuk krisis kesehatan saat ini,” kata Fadli dalam dialog virtual antara AIPA dan Parlemen Uni Eropa (EP), Selasa (22/6/2021).

Sayangnya saat ini kesenjangan vaksin secara global masih terjadi. Ini tentu berisiko memperpanjang pandemi, termasuk di Asia Tenggara.

Saat ini, 75 persen vaksin dinikmati oleh 10 negara, dan hanya 0,4 persen dinikmati oleh negara berpenghasilan rendah. Sedangkan ASEAN sejauh ini baru memvaksinasi sekitar 7,8 persen dari populasinya.

Kondisi ini, serta meningkatnya penularan Covid-19 di kawasan saat ini, terutama ASEAN yang membutuhkan lebih banyak vaksin secara tepat waktu.

“Posisi kita (Parlemen Indonesia) jelas seperti apa yang ada depan mata, adalah bagaimana menghadapi gelombang kedua Covid-19, jangan sampai collaps health security kita. Ke depan harus memaksimalkan vaksin sebagai salah satu cara untuk mengendalikan vatalities, apalagi sudah cukup banyak mutasi variannya. Kita harus melihat apa yang di depan mata kita dulu, faktanya sekarang tingat penularan sedang tinggi, pertambahan kasus harian tinggi,” ungkap Fadli.

Parlemen Indonesia juga memandang perlu untuk memberikan dukungan terhadap proposal yang diajukan oleh beberapa negara di WTO, mengenai pengabaian sementara ketentuan terkait Trade Related Aspect of Intellectual Property Rights (TRIPS) Agreement on Vaccine. Melalui Konferensi Parlementer WTO, DPR RI telah menyatakan dukungan terhadap usulan tersebut, sikap yang juga sejalan dengan Pemerintah Indonesia.

Dalam masa krisis ini, Fadli memandang penting bagi parlemen dan anggota parlemen untuk mendorong masing-masing pemerintah, untuk memastikan langkah-langkah yang diambil pemerintah selaku pemangku kebijakan.

Upaya yang tepat tentu akan menjamin berbagai hal. Tidak hanya ketersediaan vaksin, tetapi juga akses yang adil dan terjangkau untuk pasokan barang dan jasa kesehatan, peralatan medis, serta sebagai vaksin.

Sebagai informasi, Uni Eropa telah menjadi mitra ASEAN sejak tahun 1977 dan kedua belah pihak telah mengembangkan kerja sama di bidang politik, keamanan, ekonomi, dan sosial budaya. EU juga secara aktif mendukung integrasi ASEAN dan upaya membangun komunitas ASEAN.

Sebagai mitra dagang terbesar setelah Tiongkok, Uni Eropa dinilai menjadi partner penting bagi ASEAN. Kerja sama kedua belah pihak juga memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi di kawasan, melalui berbagai bidang, antara lain infrastruktur konektivitas, logistik, regulasi, inovasi, mobilitas dan bantuan pendidikan. (*)

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas