Tribun

Netty Prasetiyani Nilai Pembukaan Penerbangan Internasional Bali untuk Wisman Terlalu Dini

Pasalnya, Netty melihat pembukaan tersebut justru akan berpotensi menimbulkan masuknya varian baru Covid-19 yang datang dari luar negeri.

Editor: Content Writer
Netty Prasetiyani Nilai Pembukaan Penerbangan Internasional Bali untuk Wisman Terlalu Dini
Tribun Bali/Rizal Fanany
Suasana Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai terlihat lengang saat resmi dibuka kembali untuk melayani penerbangan internasional, di Badung, Bali, Kamis (14/10/2021). Di hari pertama pembukaan kembali ini belum ada pesawat dengan rute internasional yang datang di Bali maupun berangkat dari Bali. Tribun Bali/Rizal Fanany 

TRIBUNNEWS.COM - Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani mengaku khawatir pembukaan pintu penerbangan internasional bagi wisatawan mancanegara (wisman) atau Warga Negara Asing (WNA) di Bandara Internasional Ngurah Rai Bali akan menimbulkan lonjakan kasus Covid-19. Pasalnya, ia melihat pembukaan tersebut justru akan berpotensi menimbulkan masuknya varian baru Covid-19 yang datang dari luar negeri.

“Kalau kita mau jujur, sebenarnya pembukaan bandara internasional Bali yang terlalu dini ini masih mengkhawatirkan. Apalagi beberapa negara tetangga yang dekat dengan kita, kasusnya meledak lagi seperti Singapura dan Malaysia," ungkap Netty melalui keterangan tertulis, Jumat (15/10/2021). 

Netty mengingatkan, potensi masuknya varian baru Covid-19 dari luar negeri masih menjadi ancaman bagi Indonesia. Terlebih, lanjut dia, apabila pintu penerbangan internasional lalu dibuka, jelas potensi masuknya varian baru semakin besar.

Oleh karena itu, pemerintah diminta lebih memprioritaskan sektor kesehatan masyarakat apabila ingin membuka pintu penerbangan internasional. Dalam hal ini, Netty menekankan agar sejumlah syarat diterapkan bagi WNA yang akan masuk ke Bali.

"Para WNA yang masuk harus memiliki sertifikat vaksinasi dosis lengkap. Lebih bagus lagi apabila vaksinnya adalah vaksin yang kebal akan virus varian baru," jelas Anggota Fraksi Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPR RI itu.

“Selain itu, pemerintah juga harus memikirkan aturan karantina ketat bagi WNA sebelum beraktivitas di Bali. Tak sampai itu, para WNA juga wajib diperiksa PCR test yang akurat sebelum beraktivitas. Para WNA juga harus dilengkapi dengan karantina dan tes PCR yang akurat,” pesan legislator dapil Jawa Barat VIII tersebut.(*)

berita POPULER
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas