Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ibadah Haji 2019

Edukasi dan Upaya Preventif Kesehatan Tekan Angka Kematian Jemaah Haji

Lukman berpendapat ibadah haji yang memerlukan modal fisik yang prima sangat tergantung pada upaya penjagaan hidup yang sehat.

Edukasi dan Upaya Preventif Kesehatan Tekan Angka Kematian Jemaah Haji
Tribunnews.com/Muhammad Husain Sanusi
Amirul Hajj Lukman Hakim Saifuddin kunjungi Klini Kesehatan Haji Indonesia di Makkah, Sabtu (3/8/2019). Lukman apresiasi kinerja petugas kesehatan dalam membantu jemaah haji. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Muhammad Husain Sanusi Dari Makkah

TRIBUNNEWS.COM, MAKKAH – Penyelenggaraan ibadah haji tahun ini diwarnai dengan berbagai aksi edukatif, promotif sebagai dalam bidang kesehatan sebagai bentuk antisipasi dini menjaga jemaah haji agar selalu sehat selama berada di Tanah Suci.

Upaya-upaya tersebut dilakukan antara lain dengan mengedukasi jemaah haji lewat gerakan minum air bersama, senam setiap pagi, gencar kampanye tidak memaksakan diri keluar di saat terik matahari dll.

Upaya ini cukup membuahkan hasil, terbukti dengan menurunnya angka kematian jemaah haji selama berada di Tanah Suci.

"Jadi kita bersyukur di hari yang sama dibanding dengan tahun yang lalu angka kematian jamaah haji kita menurun," kata Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin setelah meninjau Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekkah di Aziziyah, Mekkah, Sabtu (3/8/2019) sore waktu Arab Saudi.

Amirul Hajj Lukman Hakim Saifuddin kunjungi Klini Kesehatan Haji Indonesia di Makkah, Sabtu (3/8/2019). Lukman apresiasi kinerja petugas kesehatan dalam membantu jemaah haji.
Amirul Hajj Lukman Hakim Saifuddin kunjungi Klini Kesehatan Haji Indonesia di Makkah, Sabtu (3/8/2019). Lukman apresiasi kinerja petugas kesehatan dalam membantu jemaah haji. (Tribunnews.com/Muhammad Husain Sanusi)

Menurut dia, hal itu salah satunya tidak terlepas dari kerja keras upaya promotif dan preventif yang mengedukasi kegiatan-kegiatan preventif dengan sangat gencar kepada jamaah.

Lukman berpendapat ibadah haji yang memerlukan modal fisik yang prima sangat tergantung pada upaya penjagaan hidup yang sehat.

"Tentu ini antara lain buah dari promosi prevensi kegiatan-kegiatan preventif kita dilakukan dengan lebih gencar. Bagaimana sejak dari Tanah Air jamaah haji kita, kita imbau untuk berpola hidup sehat menjaga kesehatannya masing-masing," katanya.

Hingga kemarin, data Siskohat Kemenag mencatat jamaah asal Indonesia yang meninggal sebanyak 52 orang dengan berbagai sebab.

Menag Lukman berharap angka tersebut tidak bertambah meskipun tahun ini ada penambahan kuota 10.000 kursi dengan setengah di antaranya berusia lanjut.

"Mudah-mudahan angka ini tetap bisa kita jaga sehingga meskipun tahun ini jumlah jamaah jauh lebih banyak, ada tambahan 10.000 dari tahun yang lalu dan di antara 10.000 itu setengahnya adalah lansia. Jadi dari sisi potensi jamaah risti itu pasti lebih banyak dibanding tahun lalu. Tapi kita semua khususnya petugas kesehatan memiliki komitmen yang sangat tinggi agar angka-angka itu tidak semakin bertambah dibanding tahun-tahun yang lalu," katanya.

Data Siskohat Dirjen PHU Kementerian Agama, mencatat pada 2016 jumlah anggota jamaah wafat selama musim haji sebanyak 342 orang.

Jumlah itu setara dengan 0,20 persen dari total 168 jamaah.

Sementara pada 2017, yang wafat sebanyak 657 orang, atau 0,32 persen dari total 203.065 orang.

Pada 2018, total anggota jamaah meninggal sebanyak 381 orang wafat. Jumlah itu setara 0,18 persen dari jumlah total 203.351 orang yang berangkat tahun lalu.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Husein Sanusi
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas