Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Idul Adha 2019

Hari Tasyrik Terakhir, Ini Alasan Mengapa Kita Dilarang Berpuasa

Setelah Hari Raya Idul Adha, umat Muslim di dunia dilarang melakukan puasa sunnah dikarenakan masuk hari tasyrik, mengapa? Simak penjelasannya di sini

Hari Tasyrik Terakhir, Ini Alasan Mengapa Kita Dilarang Berpuasa
TribunBatam
Ilustrasi Hari Tasyrik - Setelah Hari Raya Idul Adha, umat Muslim di dunia dilarang melakukan puasa sunnah dikarenakan masuk hari tasyrik, mengapa? Simak penjelasannya di sini! 

Larangan berpuasa pada hari tasyrik karena hari tersebut adalah hari raya umat Islam, disamping hari raya kurban.

Oleh sebab itu, menurut mayoritas ulama, tidak diperbolehkan berpuasa di Mina maupun di tempat lain.

Berbeda dengan pendapat Atha yang mengatakan bahwa larangan berpuasa di hari tasyrik, terkhusus bagi orang yang tinggal di Mina.

Baca: Makna Hari Tasyrik dan Amalan-amalan yang Bisa Dilakukan Termasuk Anjuran Doa Sapu Jagad

Baca: Hari Tasyrik Jatuh pada 12-14 Agustus, Hari Menikmati Makanan dan Haram Berpuasa, Ini Amalannya

Jika kita berpuasa pada hari kurban (10 Dzulhijjah) dan tiga hari setelahnya (11, 12 dan 13 Dzulhijjah), berarti kita telah menyia-nyiakan kasih sayang Allah.

Mengutip dari Rumaysho, berikut ini amalan yang dapat dilakukan di hari tasyrik.

1. Berzikir dengan bertakbir setelah salat wajib

2. Membaca tasmiyah (bismillah) dan takbir saat menyembelih hewan kurban.

Akhir hari tasyrik atau 13 Dzulhijjah menjadi hari terakhir penyembelihan hewan kurban

3. Berzikir dengan memuji Allah saat makan dan minum

4. Berzikir dengan takbir saat melempar jumroh di hari tasyrik (khusus untuk orang berhaji)

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas