Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ibadah Haji 2019

Kota Makkah Mulai Terasa Sepi Setelah Ditinggalkan Ribuan Jemaah Haji Indonesia

Suasana Kota Makkah mulai terasa sepi. Toko-toko atau warung-warung mulai banyak yang tutup termasuk juga hotel-hotel

Kota Makkah Mulai Terasa Sepi Setelah Ditinggalkan Ribuan Jemaah Haji Indonesia
Tribunnews/Muhammad Husain Sanusi/MCH2019
Suasana Pusat Belanja Murah Pasar Jakfariyah di Kota Makkah, Kamis (22/8/2019). Kios-kios di Pasar Jakfariyah hanya buka bagian depan sementara bagian dalam tempat barang-barang ditutup tanpa alasan jelas. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Muhammad Husain Sanusi Dari Makkah

TRIBUNNEWS.COM, MAKKAH - Suasana Kota Makkah mulai terasa sepi. Toko-toko atau warung-warung mulai banyak yang tutup termasuk juga hotel-hotel yang biasanya ramai dengan aktivitas manusia kini mulai sepi.

Hal ini disebabkan karena ribuan haji Indonesia mulai berangsur meninggalkan Kota Makkah setelah puncak musim haji rampung dimana sebagian kembali ke Tanah Air dan sebagian yang lain melanjutkan ibadah ke Madinah.

Kepala Daerah Kerja Makkah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2019 Subhan Cholid di Kota Mekkah, Sabtu, (24/8/2019) mengatakan setelah selesainya proses penyelenggaraan haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina maka pada 14-16 Zulhijah 1440 puncak kepadatan jamaah terjadi di Kota Makkah

“Karena kegiatan di Armuzna itu sudah selesai, kemudian seluruhnya terkonsentrasi kegiatan di Makkah,” katanya.

Baca: Pesawat Pembawa Jemaah Haji ke Tanah Air Masih Sering Delay

Baca: Seabad Muallimin, Ketua KPSN Serahkan Bantuan 100 Bola

Baca: Pemeran Video Mesum Vina Garut Tobat, Kini Rajin Puasa Sunah Hingga Berhijab

Namun pada 16 Zulhijah 1440 H jamaah Indonesia sendiri sudah ada kloter yang diberangkatkan untuk pulang ke Tanah Air yakni
sebanyak 18 kloter.

“Mulai hari ini berangsur-angsur jamaah haji setiap harinya antara 15-20 kloter kembali ke Tanah Air melalui Jeddah,” katanya.

Sejak 21 Agustus 2019, selain jamaah yang pulang ke Tanah Air, PPIH juga memberangkatkan jamaah menuju Madinah bagi jamaah haji gelombang kedua untuk melaksanakan ibadah arbain.

“Setiap harinya 15-18 kloter jadi setiap hari jamaah haji yang meninggalkan Mekkah setelah gelombang kedua berangkat ke Madinah rata-rata sekitar 30 kloter jadi berkurang cukup banyak,” katanya.

Saat ini, kata Subhan, jalan-jalan di Kota Mekkah juga sudah terasa mulai sepi karena pengurangan jamaah perhari cukup banyak.

Sementara jumlah haji ke Madinah sudah sekitar 40 kloter atau sekitar 16.000an sudah ke Madinah.

“Prosesnya hampir sama seperti ke Jeddah tapi kalau ke Madinah dibatasi waktu dalam waktu paling lambat itu jam 8 malam dan dimulai lagi ba’da subuh artinya kita hanya memberangkatkan di waktu siang saja mulai jam 8 pagi sampai 4 sore kita memberangkatkan jamaah dari Mekkah ke Madinah,” katanya.

Waktu ini kata dia, sama dari saat pemberangkatan dari Madinah ke Mekkah dengan mempertimbangkan pengalaman yang lalu saat diberangkatkan malam hari sering terjadi kecelakaan sehingga kemudian perjalanan di malam hari dikurangi.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Husein Sanusi
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas